Ini Sebabnya Ical Tetap Dekati Prabowo

Ini Sebabnya Ical Tetap Dekati Prabowo

- detikNews
Kamis, 08 Mei 2014 21:34 WIB
Ini Sebabnya Ical Tetap Dekati Prabowo
Jakarta - Perlahan tapi pasti, Golkar mendekati capres Gerindra Prabowo Subianto untuk bisa berpasangan di pilpres mendatang. Apa yang menyebabkan capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical) bersikeras merapat ke Prabowo?

"Pada pertemuan pertama Pak ARB dan Prabowo tak ada pembicaraan siapa capres dan cawapres. Berbeda saat ARB bertemu Jokowi di kantor Golkar," kata Tantowi di Universitas Bakrie, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2014).

Tantowi mengatakan hal yang sebaliknya justru terjadi saat Ical dan Prabowo bertemu. Keduanya langsung merasakan kecocokan dan membuat isu siapa yang akan menjadi capres maupun cawapres tak menjadi pokok bahasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posisi ini membuat Golkar sedikit di atas angin. Tak adanya posisi paten di antara Ical dan Prabowo membuat Golkar memiliki posisi tawar lebih tinggi dari pada Gerindra daripada dengan PDIP.

"Kalau dengan Gerindra masih nego. Sekarang juga masih nego. Kalau PDIP sudah jelas. Mandat dari PDIP dia (Jokowi) presiden. Golkar, Ical presiden. Dengan Prabowo, posisi presiden cawapres bukan isu utama," lanjutnya.

Ia mengatakan akan dilakukan pertemuan dengan Prabowo sebelum Rapimnas Golkar digelar. Hal ini untuk mendapatkan keputusan dengan Prabowo untuk dibahas di Rapimnas. Termasuk bila ada opsi Prabowo memilih cawapres dari Golkar namun bukan Ical.

"Sebelum Rapimnas komunikasi dengan Pak Prabowo akan dimantapkan. Apapun hasil pertemuan itu, akan dibahas di Rapimnas. Kalau ada opsi Pak Ical jadi cawapres, akan dibahas di Rapimnas. Kalaupun ada keputusan nama lain, juga akan dibawa ke Rapimnas," ucap anggota Komisi I DPR ini.

Tantowi secara pribadi menilai partainya harus melihat realitas politik yang ada. Ia memilih Ical atau kader Golkar menjadi cawapres Prabowo daripada hanya jadi tim penggembira pemerintah saja.

"Lebih baik di nomor 2 tapi tetap masuk dalam pemerintahan. Asalkan pembagian kerjanya jelas seperti waktu pak SBY dan JK 2009," ujarnya.

(bil/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads