MMI Minta BIN Lakukan Counter atas Operasi Intelijen Asing

MMI Minta BIN Lakukan Counter atas Operasi Intelijen Asing

- detikNews
Jumat, 17 Des 2004 15:21 WIB
Jakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) meminta aparat intelijen dari Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, TNI, kejaksaan, dan imigrasi melakukan counter atau membalas operasi intelijen asing di Indonesia. MMI juga meminta pemerintah Australia dan Inggris menyebutkan informasi tentang adanya ancaman bom di Indonesia.Desakan ini disampaikan Ketua Departemen Data dan Informasi MMI Fauzan Al Ansyari kepada wartawan di sebuah rumah makan di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (17/12/2004)."Kami menuntut aparat intelijen dari BIN, TNI, Polri, kejaksaan, dan imigrasi untuk melakukan counter atas operasi intelijen asing dan agennya di Indonesia. Kami juga meminta pemerintah Australia dan Inggris untuk segera menyebutkan sumber informasi ancaman teror baru agar dapat dilakukan pencegahan dini," kata Fauzan.Menurut Fauzan, pernyataan pemerintah Australia dan Inggris tentang informasi adanya serangan bom yang menargetkan Hotel Hilton itu sangat tendensius dan berpotensi memfitnah umat Islam di Indonesia. "Pernyataan semacam ini merupakan teror bagi bangsa Indonesia dan meresahkan masyarakat serta menjadi propaganda hitam bagi Indonesia sebagai tempat yang tidak aman."Fauzan juga menyatakan pola operasi intelijen asing sejak sebelum bom Bali sampai bom Kedubes Australia adalah sama. Yakni menyampaikan warning terlebih dahulu dan membangun opini bahwa calon pelakunya adalah Jamaah Islamiyah. Tujuannya adalah untuk menyudutkan Abu Bakar Ba'asyir melalui opini publik. Apalagi saat ini Ba'asyir sedang menjalani persidangan atas tuduhan terorisme. Padahal semua saksi di persidangan yang dihadirkan jaksa tidak ada yang memberatkan dakwaannya."Jika ancaman itu benar-benar terjadi maka yang akan dikambinghitamkan lagi pasti umat Islam. Tujuannya agar perang melawan terorisme terus berlangsung dan bantuan dollar pun terus bertambah," demikian Fauzan Al Ansyari. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads