Punya Banyak Rekening, Pasutri Bobol Rp 21 Miliar Sudah Direncanakan?

Saldo Rp 123 Tarik Rp 21 M

Punya Banyak Rekening, Pasutri Bobol Rp 21 Miliar Sudah Direncanakan?

- detikNews
Kamis, 08 Mei 2014 18:47 WIB
Punya Banyak Rekening, Pasutri Bobol Rp 21 Miliar Sudah Direncanakan?
Jakarta - Didik Gunawan dicokok penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipid Eksus) Bareskrim Polri karena membobol uang di salah satu bank swasta sebesar Rp 21 miliar. Didik menampung uang tersebut ke beberapa rekening yang dimiliki. Mungkinkah Didik merencanakan pembobolan itu atau mengetahui adanya kekacauan upgrading system secara tidak sengaja?

Aksi yang dilakukan Didik itu terjadi pada 10 April 2014 lalu, sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, bank swasta yang menjadi korban pembobolan Didik tengah melakukan upgrading system yang berdampak pada transaksi tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM); rekening tidak terpotong satu sen pun dari transaksi yang dilakukan.

Nah, mengetahui uang yang ditransaksikan tidak berkurang, bahkan dapat bertransaksi meski saldo di rekening Didik dan istrinya berjumlah Rp 123 ribu, tersangka memanfaatkan situasi tersebut dengan mentransfer sejumlah uang yang cukup fantastis: Rp 4 miliar ke rekening Didik, dan Rp 17 miliar ke rekening sang istri.

Uang-uang itu selanjutnya ditransfer ke sejumlah rekening milik istri, sanak saudara, dan beberapa rekannya. Didik sendiri memiliki rekening cukup banyak yang tersebar di beberapa bank nasional dan internasional seperti Commonwealth, HSBC, ANZ, dan lain sebagainya.

"Rekening itu sudah ada sejak 4 bulan lalu, ada yang sudah satu tahun. Dia punya banyak nomor rekening dan ATM, bervariasi. Ini yang masih kita dalami, Bagaimana yang bersangkutan bisa tahu sistem ATM di bank itu," kata Direktur Tipid Eksus Brigjen Arief Sulistyanto, di Mabes Polri, Kamis (8/5/2014).

Pada 10 April pukul 23.30 WIB hingga 11 April pukul 16.00 WIB, Didik melakukan aksinya. Polisi yang mendapat laporan segera memblokir rekening yang sudah dialirkan ke beberapa bank. Duit sebanyak itu belum sempat dicairkan.

(ahy/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini