Diceritakan, ada kelompok teroris yang memiliki rencana membebaskan pemimpinnya yang di tahan di Lapas yang letaknya berada paling ujung Selatan pulau Nusakambangan itu. Kelompok itu terbagi dua bagian dengan masing-masing bagian enam orang dan memiliki tugas berbeda yaitu menyamar sebagai penjenguk napi dan menyelinap melewati laut.
Adegan pertama, kelompok teroris yang bertugas menyamar masuk menggunakan truk lapas yang disiapkan untuk penjenguk sesuai prosedur. Orang-orang itu kemudian diperiksa oleh petugas dan mengisi buku tamu. Namun ketika sampai pada prosedur pemeriksaan badan, salah satu pelaku berusaha merebut senjata milik petugas dan kunci sel.
Petugas yang dipaksa melepaskan pemimpin dari enam anggota teroris itu sempat menekan panic button saat suasana genting sedangkan petugas lain menutup gerbang agar pelaku tidak melarikan diri. Sinyal tanda bahaya itu pun sampai ke Polres Cilacap, kemudian dari Polres dihubungkan ke Polsus Lapas Kumham yang dekat dengan Lapas Pasir Putih.
Anggota Polsus Lapas Kumham kemudian melaju menuju lapas menggunakan mobil patroli untuk melihat keadaan. Namun ketika hampir tiba di lapas Pasir Putih, enam anggota kelompok teroris yang menyelinap melewati pantai menghadang dan menembaki mobil polisi. Adu tembak menggunakan senapan laras panjang pun terjadi antara teroris dan polisi.
Saat itulah anggota Polsus Lapas Kumham tersebut meminta bantuan ke Polres Cilacap dan diteruskan ke Polda Jateng hingga Mabes Polri serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kemudian BNPT memerintahkan Bataliyon 405 Surya Kusuma, Bataliyon 400 Raider, Brimob Polda Jateng, Pelopor Gegana dan Tim Jihandak untuk memberikan bantuan.
Sembari menunggu bantuan, baik di dalam maupun luar lapas Pasir Putih masih terjadi baku tembak dan proses negosiasi yang alot. Tidak berapa lama helikopter polisi datang dan menurunkan pasukan gabungan Brimob dan sniper TNI di lapangan dekat lapas dan langsung menempatkan diri mengincar kelompok teroris yang berada di luar lapas.
Sebelum menyerang, tim gabungan menerbangkan helikopter remote control dengan empat baling-baling dan dilengkapi kamera. Helikopter mini berwarna putih itu terbang di atas lapas untuk memantau kondisi di balik pagar lapas agar strategi penyerangan berhasil.
Setelah memastikan kondisi lapas dan mengetahui titik-titik musuh, pasukan gabungan mulai bergerak memojokkan pelaku yang berada di luar lapas. Adu tembak terjadi dan salah satu pelaku terpaksa ditembak oleh sniper tepat di kepalanya karena berbahaya. Pelaku yang ditembak itu diperankan oleh boneka bekepala semangka.
Pasukan gabungan termasuk bantuan dari darat berupa mobil barakuda berhasil memojokkan pelaku di luar lapas dan empat diantara mereka menyerahkan diri sementara dua lainnya terpaksa ditembak.
Setelah pelaku di luar lapas berhasil dilumpuhkan, pasukan Sat Brimob Polda Jateng yang dilengkapi senjata dan perisai berjalan menuju pintu gerbang lapas yang terkunci. Kemudian pintu gerbang diledakkan agar pasukan bisa menyergap masuk dan melumpuhkan enam pelaku lain yang berada di dalam lapas.
Di dalam Lapas kembali terjadi baku tembak antar pelaku dan teroris. Setelah beberapa lama, pelaku berhasil dilumpuhkan, tiga ditembak dan tiga lainnya menyerahkan diri. Para pelaku tersebut kemudian dibawa oleh pasukan gabungan untuk diamankan.
Adegan ternyata tidak berhenti sampai di situ karena di luar lapas ditemukan tas hitam yang mencurigakan. Tim Gegana dan Jihandak kemudian mendatangi lokasi dan memeriksa tas tersebut. Pertama tas dilihat isinya menggunakan sinar-x, lalu setelah dipastikan bahwa isinya bom, tas kemudian dilakukan Disposal. Ledakan disertai api dari proses disposal itu kemudian mengakhiri simulasi yang menegangkan itu.
Deputi II Bidang Penindakan dan Pembinaan BNPT, Irjen Pol Arief Darmawan mengatakan dipilihnya lapas Pasir Putih untuk simulasi karena di lapas itu sebagian besar penghuninya terlibat terorisme. Selain itu juga untuk memberikan dukungan moral kepada petugas, karena lapas tersebut merupakan lapas super high risk.
"Menunjukkan kesiap siagaan kita dan memberikan kekuatan moral bagi petugas lapas," kata Arief di Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, Rabu (8/5/2014).
Letak lapas Pasir Putih berada di ujung Selatan pulau Nusakambangan yang bagian belakangnya terhubung langsung dengan Samudera Hindia dan dibatasi oleh bebatuan terjal. Sementara itu dari segi keamanan, lapas Pasir Putih menerapkan Super Maximum Security. Ketentuan jam besuk di lapas tersebut yaitu hanya pada hari Selasa dan Kamis pukul 10.00 hingga 13.00 dengan prosedur yang ketat.
"Jangan coba-coba melakukan hal yang tidak kami inginkan di sini, kami sudah siap," tegas Arief.
(alg/try)











































