Debu yang Mengendap di Monas Berpotensi Merusak Batu Tugu

Debu yang Mengendap di Monas Berpotensi Merusak Batu Tugu

- detikNews
Kamis, 08 Mei 2014 15:04 WIB
Debu yang Mengendap di Monas Berpotensi Merusak Batu Tugu
Jakarta - Setelah 22 tahun lamanya, badan tugu Monas segera 'dimandikan'. Ketua tim teknis pembersihan Monas dari PT Kaercher, Thorsten Moewes, berpendapat kerak yang menempel di tugu dapat menyebabkan kerusakan.

"Setelah kotoran mengendap beberapa lama, akan ada reaksi kimia dari panas, asam, polusi, dan hujan yang menyebabkan mineral keluar dari batunya. Ini menjadi lapisan keras dan menutup pori-pori batu (tugu)," kata Moewes di Tugu Monas, Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2014).

Akibatnya, menurut Moewes, batu tugu tidak dapat bernapas sehingga ketika air masuk tidak dapat keluar lagi karena tertutup lapisan kerak itu.

"Itulah kenapa membersihkan debu sangat penting," ujarnya.

Moewes mengatakan efek kerak debu yang terlalu kuat dapat menyebabkan batu tugu retak bahkan jatuh. Sebab ada tensi dan partikel yang bergerak dengan kecepatan berbeda.

"Batu bergerak lebih cepat ketimbang debunya dan menyebabkan retak karena itu bagian dari batu dapat jatuh," paparnya.

Namun demikian, lanjut Moewes, kondisi Monas saat ini tidak terlalu buruk. Pembersihan yang dilakukan juga tidak terlalu sulit.

"Masalahnya lebih ke masalah arsitektur, kamu bisa lihat korosi di mana-mana," katanya.

Sementara itu, pembersihan Monas hingga saat ini masih berlangsung. Namun untuk badan tugu belum mulai dibersihkan.

Pembersihan badan tugu semula dijadwalkan akan dimulai hari ini. Namun hingga saat ini belum juga dimulai karena petugas masih memasang ring dan peralatan lain untuk menjaga kestabilan badan saat membersihkan.

(kff/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini