"Harga busnya kira-kira Rp 5,6 atau 5,7 atau 5,8 miliar. Pokoknya tidak sampai Rp 6 miliar," ujar Ahok usai menjajal bus Scania di pintu tenggara Monas, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014).
Menurut Ahok, bus-bus yang biasa dipakai Pemprov DKI Rp 3,4 miliar-3,6 miliar. Bus tersebut juga tidak berstandar internasional.
"Suspensinya masih PR," ujar mantan bupati Belitung Timur ini.
Ahok akan memaksa Scania untuk membuat karoseri di Indonesia bila menang tender. Bus asal Swedia itu berkaroseri (penutup kerangka mobil) aluminium.
"Kita memaksa mereka (ATPM Scania) untuk membuat karoserinya di Indonesia, di Bekasi. Jadi nanti semua sasisnya dibuat di situ," tutur Ahok.
Keunggulan Scania, menurut Ahok, bila ada kebocoran gas busnya akan berhenti secara otomatis. Scania merupakan bus dengan mesin gas tercanggih di dunia untuk saat ini.
"Kita juga bicara suspensi. Jalanan kita kan ada lubang segala macam. (Bus-bus yang lama) Kena sedikit lubang saja sudah ngayun-ngayun. Kalau yang sudah biasa nyaman naik bus tidak akan mau pindah ke TransJakarta. (Bus Scania) dengan suspensi udara seperti ini, rasanya beda. Bodinya juga aluminium, jadi tahan lama," ucap dia.
Politisi Gerindra ini tidak mau berbicara jumlah bus baru untuk TransJakarta. Yang saat ini diperhatikannya, bus nantinya harus tersedia (headway) setiap 7 menit.
"Kita tidak bicara jumlah. Yang penting kita bisa memenuhi standar pelayanan minimum yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan, yang mensyaratkan bus harus ada per 7 menit," demikian Ahok.
(nik/nrl)











































