Keterangan diperoleh, salah seorang warga dianiaya hingga luka-luka, Rabu (7/5/2014) malam kemarin dan kini dalam perawatan intensif rumah sakit. Rekan-rekan korban yang tinggal di pedalaman Kabupaten Berau, mulai berdatangan ke arah kota untuk mencari pelaku penganiayaan.
"Sejak tadi pagi, situasi mencekam. Mereka mencari pelaku penganiayaan, sambil menggunakan ikat kepala menenteng senjata tajam," kata warga Tanjung, Berau, Taufik, saat dihubungi detikcom, Kamis (8/5/2014).
Meredam situasi, ratusan personel keamanan dari Polres Berau bersiaga. Kondisi itu membuat warga enggan keluar rumah, untuk menghindari ketersinggungan dengan kelompok warga yang melakukan sweeping.
"Lebih baik di dalam rumah saja dulu karena situasinya begini. Mudah-mudahan aman, Berau terus kondusif," ujar Taufik.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Fajar Setiawan membenarkan insiden penganiayaan yang mengakibatkan seorang warga luka-luka. Insiden itu lantas membuat kelompok-kelompok warga berdatangan.
"Padahal ini masalah pribadi. Informasi terkini bahwa unsur muspida bersama kepolisian setempat dan tokoh masyarakat sudah duduk satu meja agar Berau tetap kondusif," kata Fajar.
Sejauh ini, lanjut Fajar, personel Brimob Polda Kaltim yang berada di kota Tarakan, wilayah terdekat dengan Tarakan, belum diterjunkan ke Berau. Meski demikian, Brimob tetap bersiaga mengantisipasi segala kemungkinan.
"Tidak, tidak ada Brimob. Di sana kan ada Dalmas. Tapi sewaktu-waktu Brimob yang ada di Tarakan, siap bergeser. Tapi suasana di Berau aman dan kondusif," terang Fajar.
Kabupaten Berau, berlokasi di wilayah paling utara di provinsi Kalimantan Timur. Berau berbatasan darat dengan Kabupaten Kutai Timur, yang juga di Kalimantan Timur serta Kabupaten Bulungan. Namun apabila menuju ke Tarakan di Kalimantan Utara ataupun sebaliknya, harus menyeberang lautan mengingat Tarakan sebenarnya merupakan pulau Tarakan yang terpisah dengan daratan Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.
(try/try)











































