Ada Ungkapan Mudah Mengecat Awan Ketimbang Pertemukan SBY-Mega

Ada Ungkapan Mudah Mengecat Awan Ketimbang Pertemukan SBY-Mega

- detikNews
Kamis, 08 Mei 2014 11:16 WIB
Ada Ungkapan Mudah Mengecat Awan Ketimbang Pertemukan SBY-Mega
Jakarta - Berulang kali Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengirim sinyal untuk Megawati Soekarnoputri. Melalui beberapa bahasa verbal dan tubuh, SBY mengisyaratkan ingin bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

Kemarin melalui Suara Demokrat dalam sebuah wawancara yang kemudian diunggah ke youtube SBY kembali mengirim isyarat itu. Salah satunya SBY menyindir misi nasionalisasi aset oleh salah satu calon presiden yang dia anggap tidak realitis.

Direktur PolcoMM Heri Budianto menyebut pernyataan tersebut merupakan isyarat untuk merapat ke PDI Perjuangan. Pasalnya dari dua capres yang saat ini ada, hanya Prabowo Subianto yang kerap melontarkan isu nasionalisasi aset.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan sejumlah pengurus Partai Gerindra sering mengungkit penjualan aset negara yang pernah dilakukan di zaman Megawati. Dan kemarin SBY secara tidak langsung membela Megawati.

"Bisa jadi ini sinyal berikut yang dikirim SBY kepada PDIP dan Mega, bahwa sikap politik Partai Demokrat terbuka untuk bersama-sama dalam koalisi. Jika sinyal ini tetap tidak mendapat respon PDIP dan Megawati, maka SBY selaku ketum Demokrat akan membuka poros sendiri dan mengajukan capres sendiri," ujar Heri saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/5/2014).

Menurut Heri pun sebelumnya SBY pernah mengeluarkan pernyataan bahwa PD tak akan berkoalisi dengan partai yang tidak memiliki visi yang sama dalam pembangunan. Dengan demikian semakin menegaskan bahwa PD tak akan berkoalisi dengan partai yang capresnya selalu menekankan akan menasionalisasi aset.

"Ini kelanjutan dari statement SBY sebelumnya yang mengatakan bahwa tidak akan berkoalisi dengan partai yang tidak satu visi dalam membangun bangsa," imbuh Heri.

Sayang 'cinta' SBY untuk mendekati Megawati masih bertepuk sebelah tangan. Elite PDI Perjuangan tak menganggap pernyataan SBY kemarin sebagai upaya rekonsiliasi.

"Itu urusan Pak SBY dengan PS (Prabowo Subianto-red), tidak terkait ketum (PDIP)," kata Juri bicara PDI P Eva Kusuma Sundari saat dihubungi, Rabu (7/5/2014) malam.

Eva tak ingin urusan SBY dan Prabowo dikaitkan dengan Megawati. Dia seolah tetap ingin menjaga jarak antara Megawati dengan SBY.

"Sebaiknya publik mengisolasi isu PS-SBY dan tidak perlu dikaitkan dengan PDIP atau Ketum. Nggak connected deh," ujarnya.

"Kita hormati privacy ketum lah untuk urusan personal yang kita paham tidak akan mengkontaminasi kepentingan publik," imbuh anggota Komisi III DPR ini.

Nampaknya rekonsiliasi antara Megawati dengan Susilo Bambang Yudhoyono masih jauh panggang daripada api. Sejumlah politisi senior pun mengaku kesulitan mempertemukan mereka. "Tak semudah mengecat awan," kata sang politisi tersebut.



(erd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads