Sindiran Presiden SBY ke Capres Gerindra Prabowo Subianto soal janji politik yang membahayakan dianggap sebagai bentuk 'pendekatan' koalisi kepada Megawati. Namun elite PDIP menampik anggapan tersebut.
"Itu urusan Pak SBY dengan PS (Prabowo Subianto-red), tidak terkait ketum," kata Jubir PDIP Eva Sundari saat dihubungi, Rabu (7/5/2014) malam.
Eva tak ingin urusan SBY dan Prabowo dikaitkan dengan Megawati. Dia seolah tetap ingin menjaga jarak antara Megawati dengan SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita hormati privacy ketum lah untuk urusan personal yang kita paham tidak akan mengkontaminasi kepentingan publik," imbuh anggota Komisi III DPR ini.
Dua janji kampanye yang dianggap SBY berbahaya adalah niat kembali ke UUD 1945. Semangat kembali ke UUD 1945 dinilai bisa membahayakan masa depan Indonesia lantaran bisa menganggu stabilitas politik atau membalik jalan sejarah.
Sementara itu koar-koar capres soal menasionalisasi semua aset dinilai berpotensi membawa malapetakan bagi Indonesia. "Besok kita dituntut di pengadilan arbitrase, lusa kita bisa kalah, kalahnya itu akan memporakporandakan perekonomian kita, dampaknya dahsyat. Kalau ada seorang capres yang bersikukuh akan menasionalisasi aset asing, saya tidak akan memilihnya, tidak akan mendukungnya, karena saya tahu risikonya, itu membawa malapetaka bagi Indonesia," ungkap SBY dalam video berdurasi 19 menit ini yang ditayangkan di Youtube ini.
(trq/van)










































