"Pernyataan tersebut juga memiliki makna bahwa SBY ingin agar para capres tersebut realitis, tidak menjanji-janjikan rakyat dengan program-program yang tidak realistis," ujar Heri saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/5/2014) malam.
Dalam pernyataan tersebut SBY menyatakan tak akan memberi dukungan bila ada capres yang tetap ingin melakukan kebijakan tersebut karena berisiko dibawa ke mahkamah arbitrase. Hal ini disebut Heri sekaligus menunjukan bahwa SBY sosok negarawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munculnya pernyataan ini pun mengisyaratkan arah dari sikap politik yang akan diambil SBY sebagai Ketum PD. Isyarat tersebut yaitu PD di bawah kepemimpinan SBY tak akan menjalin koalisi dengan partai yang bersikukuh ingin menasionalisasi aset asing.
Sementara itu capres yang paling bersemangat mewujudkan kepemilikan aset nasional adalah Prabowo Subianto. Capres Partai Gerindra itu selalu menyampaikan soal nasionalisasi dalam setiap kesempatan.
"Kita lihat nanti mobil-mobil buatan Indonesia, motor buatan Indonesia. Anak tukang becak harus jadi profesor, Gerindra berjuang agar Indonesia dimiliki seluruh rakyat Indonesia. Hai tukang ojek, hak tukang bakso, republik ini milik kalian," teriak Prabowo saat kampanye akbar Gerindra di Stadion GBK, Minggu (23/3/2014).
(bpn/mok)











































