"16 kasus ada di Polda Kalsel, dan yang ditangani terbanyak sementara ini ada di Polda Riau," kata Kabagpenum Polri Kombes Agus Rianto, di Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Agus menilai, ada beberapa faktor yang membuat angka pengungkapan kekerasan seksual terhadap anak di Riau tinggi, salah satunya adalah kesadaran para keluarga untuk tidak ragu melapor ke pihak Polri.
"Serta adanya kesadaran hukum masyarakat yang mengerti apabila mengalami suatu peristiwa," ujar Agus.
Menurut Agus, pola kejahatan seksual yang terjadi di wilayah Riau bermacam-macam. Namun demikian, Agus tidak merinci bentuk kejahatan tersebut.
Sementara itu, guna kejahatan serupa tidak terulang, kata Agus, seluruh jajaran Polri diminta untuk melakukan pendataan dengan memberdayakan peran Babinkantibmas.
"Agar dapat mengetahui fenomena yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat tersebut, sehingga kita tidak ingin peristiwa yang terjadi di Sukabumi, yang saat ini ditangani oleh Polres Sukabumi kota, itu terjadi di tempat lain," ujar Agus.
Data di Polda Riau, 4 bulan terakhir, ada 104 bocah korban pelecehan seksual yang tersebar di sejumlah daerah di Riau. Pekanbaru menempati rangking teratas soal jumlah, yakni 25 kasus. Disusul Kampar dengan 20 kasus, Dumai (12), dan Rokan Hilir (12).
(ahy/try)











































