"Pengakuan adik saya, dia pulang sekolah makan dulu di warteg belakang sekolahnya sama tiga temannya. Selesai itu, dia balik lagi ke sekolah untuk mengambil motor dan pulang," ujar kakak D bernama Tri saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/5/2014).
Kepada kakak perempuannya, D mengaku saat hendak mengambil motor ada dua pelajar berseragam sekolah yang sama dengan dirinya datang. Kedua pelajar yang diduga kakak kelasnya itu meminta D ikut nongkrong di gang sepi belakang Masjid sekolah.
"Adik saya kan seringnya pulang langsung ke rumah dan tidak ikut geng-geng atau nongkrong. Dari situ ditanyain, 'Lo kemana aja? Nggak pernah nongkrong di 'basis'," ujar Tri meniru keterangan adiknya.
Saat itu ada 7 pelajar mengelilingi D, tiga di antaranya tidak mengenakan seragam, namun empat sisanya mengenakan seragam yang sama dengan D. Tanpa sempat menjawab pertanyaan, menurut D kepada kakaknya, salah satu dari 7 pelajar itu memukuli D dengan besi hingga tumbang.
"Dia sendirian terus tumbang, sudah itu dijotos lagi. Pelaku ada tujuh orang. Dia nggak pernah lihat pelaku tapi seragamnya sama dengan yang dia kenakan," ujar Tri.
Kemudian Tri membawa adiknya yang terluka itu ke rumah sakit. Dari pemeriksaan dokter, D mengalami luka di hidung berupa radang dan patah tulang, serta bibir yang mengalami luka sobek dan memar.
"Harus diperiksa THT juga. Temannya juga ada kok yang pernah dipukuli sebelum dia," tutup Tri.
Sementara itu, pihak sekolah saat dikonfirmasi pada pukul 12.30 WIB enggan menanggapi. Seorang ibu-ibu diujung telepon mengatakan kepala sekolah tersebut sedang rapat, dan wakil kepala sekolah tidak berada di tempat.
"Kepala sekolah sedang rapat dan wakil kepala sekolahnya tidak ada," ujar pegawai sekolah yang enggan menyebutkan namanya tersebut.
(vid/ndr)











































