"Kan tidak disebut nama. Itu hanya imbauan saja. SBY tidak pernah menuduh," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua saat dihubungi, Rabu (7/5/2014).
SBY, menurut Max, adalah pemimpin yang berpengalaman. Maka wajar jika Presiden Indonesia yang telah memerintah selama satu dasawarsa itu menyampaikan pandangan dan harapannya kepada para calon pemimpin selanjutnya.
"Yang penting, sebagai Presiden selama 10 tahun, dia wajib memperingatkan itu kepada para pemipin bangsa berikutnya," kata Max.
Pada dasarnya, kata Max, SBY juga memperjuangkan kesejahteraan rakyat, sama seperti substansi dari cita-cita setiap capres 2014 sekarang. Namun tujuan mulia itu juga tak bisa dicapai dengan cara-cara berbahaya.
"Saya kira apapun yang dilakukan untuk kepentingan nasional, ada koridor yang harus diikuti. SBY juga berjuang menuju kesejahteraan rakyat di forum internasional juga. Diharapkan program SBY dilanjutkan. Saya pikir semua capres juga bertujuan sama," tutur Max.
Melalui Suara Demokrat yang diunggah di Youtube pada Rabu (7/5/2014), SBY menegaskan tak akan memilih capres yang janjinya muluk-muluk. SBY lantas menyindir janji capres yang berbahaya untuk Indonesia. SBY mencontohkan janji kampanye yang membahayakan masa depan Indonesia adalah dengan menyatakan akan menasionalisasi atau mengambil alih semua aset asing.
"Besok kita dituntut di pengadilan arbitrase, lusa kita bisa kalah, kalahnya itu akan memporakporandakan perekonomian kita, dampaknya dahsyat. Kalau ada seorang capres yang bersikukuh akan menasionalisasi aset asing, saya tidak akan memilihnya, tidak akan mendukungnya, karena saya tahu risikonya, itu membawa malapetaka bagi Indonesia," ungkap SBY dalam video berdurasi 19 menit ini.
(dnu/trq)










































