Keempat anak harimau itu lahir pada Rabu (7/5/2014) pagi. Induk betina bayi-bayi harimau adalah Si Manis yang kini berusia 15 tahun, sementara induk jantannya Anhar yang kini berusia 16 tahun.
Saat ini keempat anak harimau masih berada di ruang khusus yang disebut ruang preventif di areal kandang harimau tersebut di Medan TMM, Simalingkar B, Medan Tuntungan, Medan. Pada Rabu siang terlihat Si Manis menyusui keempat anaknya.
Kepala Urusan Kesehatan Hewan dan Konservasi TMM, Sucitrawan menyatakan, saat ini mereka masih terus mengawasi keberadaan anak harimau ini. Mereka belum bisa memastikan jenis kelamin keempat bayi harimau itu.
"Keempat anak harimau itu sehat. Kini kita memberikan tambahan makanan maupun vitamin untuk induknya, agar air susunya lebih banyak. Apalagi ini anaknya ada empat, cukup banyak. Sebab biasanya anak harimau lahir sekitar dua ekor, walau ada juga yang sampai enam ekor," kata Sucitrawan yang berbicara didampingi Plt Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.
Induk jantan keempat harimau tersebut, Anhar, merupakan harimau yang lahir di TMM, sementara Si Manis merupakan merupakan hasil tangkapan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut.
Si Manis tergolong harimau yang rutin melahirkan. Ini merupakan keempat kalinya dia melahirkan. Pertama sekali melahirkan pada Oktober 2009, namun dua ekor anaknya mati. Berikutnya, melahirkan tiga anak pada 24 Juli 2011, kemudian pada 18 Oktober 2012 melahirkan tiga anak, dan tahun ini dia melahirkan empat ekor.
Seiring dengan lahirnya empat harimau ini, maka ada 13 harimau yang ada di TMM. Sebanyak 11 ekor merupakan harimau sumatra sementara yang dua ekor lagi merupakan harimau benggala (Panthera tigris tigris). Kemungkinan Juni mendatang harimau benggala juga akan melahirkan.
(rul/try)










































