Kalla Dinilai Lebih Berpeluang Rebut Kursi Ketum Golkar

Kalla Dinilai Lebih Berpeluang Rebut Kursi Ketum Golkar

- detikNews
Jumat, 17 Des 2004 09:30 WIB
Jakarta - Waktu pertarungan memperebutkan kursi ketum DPP Partai Golkar semakin dekat. Meski sebelumnya muncul banyak nama, kemungkinan hanya akan ada 2 kubu yang bertarung, Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla. Kalla diperkirakan lebih berpeluang. "Pada akhirnya akan mengerucut menjadi dua kubu Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung. Sepertinya, lebih kuat ke Kalla," ujar pengamat politik UI Maswadi Rauf dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (17/12/2004). Marwadi menilai sebenarnya kedua kandidat itu memiliki kekuatan yang hampir berimbang. Baik Akbar maupun Kalla memiliki kelebihan dan kelemahan. Sikap Partai Golkar yang memutuskan ikut Koalisi Kebangsaan akan menjadi salah satu titik lemah Akbar. Keputusan DPP yang akhirnya gagal mengantarkan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi ke kursi presiden dan wapres pada pilpres lalu tidak sepenuhnya diterima di daerah.Kelemahan Akbar itu dapat ditutup dengan menggandeng Wiranto dan Slamet Effendy Yusuf. "Koalisi dengan Megawati dalam Koalisi Kebangsaan juga akan menjadi masalah besar di daerah. Tapi kalau bisa merangkul Slamet Effendy Yusuf dan Wiranto akan menambah kekuatan yang signifikan," katanya. Sedangkan Jusuf Kalla, kata Maswadi, akan mendapat dukungan dari DPD II di wilayah Indonesia Timur. Selain itu, juga akan mendapat tambahan dari sejumlah DPD II di wilayah Barat. Bergabungnya Agung Laksono dan Surya Paloh dalam aliansi juga menambah kekuatan Kalla, mengingat kedua tokoh itu berperan penting dalam Golkar. Namun, lanjut guru besar UI itu, ia bisa tergelincir jika citra yang terbentuk di Munas Partai Golkar, Kalla adalah seorang ambisius karena sudah menduduki jabatan pemerintahan sebagai wapres tetap maju sebagai kandidat ketum. "Kalau opini seperti ini terbentuk akan mempengaruhi perolehan suara," tegasnya. Dikatakan Maswadi, pemberian hak suara kepada DPD II merupakan strategi jitu Akbar Tandjung. Akbar merasa jika suara hanya diberikan ke DPD I akan condong ke Kalla. "Dengan tatib pemberian suara DPD II berarti Akbar ingin membuka peluang baru, karena DPD I dikuasai Kalla. Kedua belah pihak akan menghadapi peluang yang sama-sama sulit," tuturnya.Saat ini, agenda Rapat Paripurna III Munas Partai Golkar VII pemandangan umum 10 DPD I atas laporan pertanggungjawaban (LPj) Ketum Akbar Tandjung. Sebelumnya, 23 DPD I telah menyampaikan pemandangan umumnya. Rencananya, pemilihan ketum akan digelar Sabtu (18/12/2004). (rif/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini