"Kedatangan ke PBNU menyambung rasa nahdiyin. NU bukan partai. Mereka manfaatnya besar silaturahmi," kata Sekjen PBNU Marsudi Syuhud di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2014).
Syuhud menyebutkan PKB berkembang denggan baik karena sering berkomunikasi ke PBNU. Namun, sosok Rhoma Irama dan Jusuf Kalla juga berpengaruh pada besarnya suara partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar tersebut.
"PKB besar karena sering silaturahmi ke PBNU. Bikin besar. Meski ada faktor lain seperti Rhoma, JK. Ini presiden kalau ada capres nggak mau silaturahmi dianggap angkuh," ucapnya.
NU sendiri mempunyai kriteria yang dianggap memiliki kapabilitas sebagai presiden ke depan.
"Adil, sehat badan jasmani dan rohani, punya wawasan kebangsaan. Mengelola semua kekayaan, mempunyai ilmu untuk mengelola negara. Ini 250 juta penduduk harus ada yang kelola. Berani mengambil keputusan dan membuat ide mempertahankan NKRI. Zuhud tidak kemaruk," tutupnya.
(dha/mpr)











































