Hanya Miskomunikasi, Ini Penjelasan Baru Polisi Soal 'Aksi' Bripka E

Anggota Provost Tertembak Pistol Sendiri

Hanya Miskomunikasi, Ini Penjelasan Baru Polisi Soal 'Aksi' Bripka E

- detikNews
Rabu, 07 Mei 2014 13:32 WIB
Hanya Miskomunikasi, Ini Penjelasan Baru Polisi Soal Aksi Bripka E
Pekanbaru - Polda Riau sudah memeriksa Iriati, saksi yang mengaku dirampok oleh anggota Provost Polresta Pekanbaru Bripka E. Hasilnya, kejadian itu bukan perampokan, tapi hanya miskomunikasi.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, di kantornya, Rabu (7/5/2014). Menurut Guntur, Bripka E tidak meminta sesuatu dari Iriati.

"Saksi (Iriati) mengakui di dalam mobilnya tidak ada benda berharga. Tidak juga membawa uang gaji atau uang kantor. Makanya kita menilai ini ini hanya miskomunikasi antara saksi dan anggota polresta," kata Guntur.

Guntur menyebutkan Bripka E membantu Iriati untuk memarkirkan mobil Avanzanya. Posisi anggota itu berada di sebelah kanan mobil.

"Saat itulah, saksi melihat anggota provost yang tidak lagi dinas terlihat senjatanya di pinggang. Melihat itu ibu tadi panik dan meneriaki perampok," kata Guntur.

Masih menurut Guntur, karena saksi terus berteriak, anggota berpakaian sipil menjelaskan bahwa dirinya polisi. Ia menunjukan kartu anggota. Namun saksi terus berteriak rampok.

"Karena terus berteriak, lantas anggota tadi masuk ke pintu depan kiri. Dia menunjukkan senjatanya bahwa dia polisi. Saat menunjukkan, saksi langsung merampasnya. Terjadinya saling tarik menarik. Saat itu senjata meletus mengenai paha tembus ke betis," kata Guntur.

Saat masuk dalam mobil, lanjut Guntur, saksi menyebutkan kalau anggota tidak menutup pintu. Tangan kirinya tetap membuka pintu dan tangan kanannya menunjukkan senjata.

"Kata saksi, dia merebut senjata api itu dengan tangan dua, dan akhir meletus. Sedangkan anggota kita tetap tangan satu. Karena tujuan dia hanya menunjukkan saja, bukan menodong," kata Guntur.

"Saksi juga mengakui kalau anggota kita itu tidak mengarahkan senjatanya ke arahnya. Anggota hanya menunjukan pistolnya ke arah dasbor mobil. Karena langsung direbut, makanya anggota mencoba untuk mengambilnya," kata Guntur.

Kehadiran Bripka E yang berpakaian sipil itu untuk menjemput kakaknya yang bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sama dengan saksi Iriati.

"Kita sudah pertemukan antara kakak anggota provost dengan saksi Iriati. Mereka akhirnya saling menjelaskan. Dan kedua belah pihaknya nantinya akan kita pertemukan kembali. Saat ini anggota Provost itu belum bisa kita periksa, karena masih menjalani perawatan," kata Guntur.

(cha/try)


Berita Terkait