Digaji Rp 12 Juta, Ini Tugas Tim Ahli Bangunan Gedung yang Dilantik Ahok

- detikNews
Rabu, 07 Mei 2014 13:23 WIB
Jakarta - Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta periode 2014 – 2017 dikukuhkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Setiap anggota tim diberi honor Rp 12 juta per bulan.

Dari hasil seleksi yang digelar sejak 2013, terpilih 66 orang anggota tim yang terdiri dari unsur perguruan tinggi, asosiasi profesi dan masyarakat ahli. Anggaran yang akan digunakan oleh tim ini nantinya diambil dari APBD, termasuk untuk honor para anggota yang berjumlah Rp 12 juta per bulan.

"Honor bulanan itu Rp 12 juta sebulan per orang karena yang dibayar inikan profesor, doktor bukan pegawai rendahan. Sebenarnya untuk profesi seperti itu murah, biasanya mereka dibayar 3.000 dollar atau 4.000 dollar ya kalau kita kan semi pengabdianlah," kata Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) I Putu Ngurah Indiana usai upacara pengukuhan di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2014).

Soal gaji ini, Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan ada alasan honor tim dinaikkan dari periode sebelumnya. "Lebih tinggi sekarang. Kita naikinlah yang profesor. Kalau terlalu kecil kan nanti malas-malasan. Kalian juga dibayar terlalu rendah malas-malasan," ujar dia.

Para professor dan doktor serta insinyur dalam TABG ini mempunyai fungsi untuk memberikan nasehat soal bangunan, khususnya gedung dengan ketinggian lebih dari delapan lantai, bangunan pelestarian, rumah sakit, dan lain-lain.

"Diharapkan, diminta atau tidak diminta dapat memberikan nasehat, pendapat, serta pertimbangan professional untuk persetujuan rencana teknis bangunan gedung dengan kriteria tertentu serta mewujudkan harapan pemerintah dan masyarakat untuk menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan keandalan sebuah gedung bertingkat," tulis Gubernur Jokowi dalam kata sambutannya.

Terpisah, ketua Tim Ahli Bangunan Gedung Bidang Arsitektur dan Perkotaan (TABG-AP), Gunawan Tjahjono berujar tanggungjawab pihaknya yakni memberikan penilaian untuk meningkatkan mutu tata ruang kota.

"Pertama kali, Anda bisa tempati ruang kalau selamat, keselamatan terjamin, lalu keamanan terjamin. Kedua, kami harus selalu bisa antisipasi perubahan-perubahan," kata dia. Lebih lanjut, Gunawan menyebutkan pihaknya hanya sebatas memberikan pertimbangan namun tidak bisa mengawasi pelaksanaannya.

"Selama ini paling sedikit di meja saya, lewat untuk ditandatangi. Tapi jangan tanya pelaksanaannya ya. Saya tidak berkuasa untuk mengawasi pelaksanaannya. Ya kita kan hanya penasihat, profesional, kita memang bukan polisi," ujarnya.











(ros/aan)