Sejumlah elite PDIP di ring 1 Ketum Megawati Soekarnoputri mengungkap kabar mengejutkan Mahfud MD dicoret dari bursa cawapres Jokowi. Jika kabar ini benar, nyaris hanya Jusuf Kalla kandidat cawapres Jokowi yang tersisa. Meskipun masih ada nama lain yang terus didorong seperti Ryamizard Ryacudu, Puan Maharani, dan lainnya.
Pernyataan Jokowi semakin menegaskan arah cawapresnya bukan orang Jawa. Pernyataan Jokowi ini semakin mengubur mimpi Mahfud MD jadi cawapres.
"Kalau bisa jago hukum tapi paham ekonomi. Kalau saya dari mana? yaitu berarti dari luar," kata Jokowi usai bertemu dengan 15 Dubes di restoran Oasis, Jl Raden Saleh, Jakpus, Selasa (6/5/2014).
Namun dalam politik segala hal bisa terjadi. Apalagi Jokowi memastikan baru akan mengumumkan nama cawapresnya pekan depan. Capres PDIP itu berjanji akan membuka sosok cawapresnya antara tanggal 9-14 Mei 2014.
Sebenarnya jauh hari sebelum Mahfud MD terancam gagal ke Pilpres, raja dangdut Rhoma Irama sudah terlebih dahulu kehilangan peluang ke Pilpres. Rhoma Irama pun menyadari hal itu.
"Isu yang berkembang yang ditangkap masyarakat kan seperti itu, sehingga ulama itu menyatakan seperti itu, Rhoma hilang dari isu pencapresan," kata Rhoma saat berbincang, Sabtu (26/4/2014).
Rhoma pun menuntut PKB menggelar Rapimnas untuk memastikan siapa yang bakal diusung sebagai capres maupun cawapres. Wajar saja Rhoma tak mau dijadikan boneka pendongkrak suara PKB saja. Rhoma menegaskan dirinya siap jadi cawapres partai lain.
"Dari statemen, kita terbuka untuk partai mana pun yang mau berjuang untuk bangsa ini," ujarnya.
Namun Rhoma juga pasrah kalaupun dirinya gagal nyapres maupun jadi cawapres. "Saya sangat siap untuk dicapreskan, diwapreskan dan siap untuk tak jadi apa-apa," kata Rhoma.
Lalu akankah Mahfud MD bernasib sama seperti Rhoma Irama, hilang dari Pilpres dan harus mencari peluang politik lain?
(van/rmd)











































