Beda Cerita Soal Tertembaknya Anggota Provost dengan Pistol Sendiri

Beda Cerita Soal Tertembaknya Anggota Provost dengan Pistol Sendiri

- detikNews
Rabu, 07 Mei 2014 10:39 WIB
Beda Cerita Soal Tertembaknya Anggota Provost dengan Pistol Sendiri
Ilustrasi/ Dok Detikcom
Jakarta - Seorang anggota Provost Polresta Pekanbaru, Bripka E, terluka tembak di paha dan kaki. Dia disebut-sebut akan merampok perempuan PNS. Polisi membantahnya.

Warga di belakang kantor Gubernur Riau, tepatnya di depan Kantor Dinas Kesehatan Riau, Jl Cut Nyak Dien Pekanbaru, dikejutkan suara letusan, Selasa (7/5/2014) sore. Bripka E terkapar kesakitan di dekat mobil Avanza milik Iriati (40), PNS Dinkes Riau. Situasi sepi sehingga tak banyak yang mengetahui kronologi kejadian sesungguhnya. Bripka E dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau.

Bagaimana ceritanya Bripka E tertembak pistol sendiri? Iriati menceritakan saat dirinya masuk mobil, polisi yang berpakaian non dinas itu ikut masuk. Dia menodongkan pistolnya.

"Dia minta saya diam dan tidak berteriak," kata Iriati.

Iriati panik dan berteriak 'rampok'. Ia sempat berusaha merebut pistol. Saat itulah, senpi menyalak. Dor! Timah panas mengenai paha dan kaki Bripka E. Kapolresta Pekanbaru Kombes Robert Hariyanto membantah keterangan Iriati. Berikut cerita dan fakta seputar kejadian itu.

Ilustrasi/ Dok Detikcom

1. Bantu Parkir

Foto: Chaidir A Tanjung/detikcom
Kombes Robert menyebut Bripka E datang ke lokasi untuk menjemput kakaknya. Kondisi parkir semrawut, termasuk mobil Avanza milik Iriati. Ia berusaha menertibkan. Iriati panik setelah melihat pistol di pinggang Bripka E.

"Karena dia panik melihat pistol, ibu itu teriak rampok," kata Robert.

Bripka E, kata Robert, ikut panik. Dia masuk ke mobil Iriati dan menjelaskan dirinya polisi, bukan perampok. Tiba-tiba pistol di pinggangnya meletus.

1. Bantu Parkir

Foto: Chaidir A Tanjung/detikcom
Kombes Robert menyebut Bripka E datang ke lokasi untuk menjemput kakaknya. Kondisi parkir semrawut, termasuk mobil Avanza milik Iriati. Ia berusaha menertibkan. Iriati panik setelah melihat pistol di pinggang Bripka E.

"Karena dia panik melihat pistol, ibu itu teriak rampok," kata Robert.

Bripka E, kata Robert, ikut panik. Dia masuk ke mobil Iriati dan menjelaskan dirinya polisi, bukan perampok. Tiba-tiba pistol di pinggangnya meletus.

2. Dipergoki 2 Perempuan

Iriati (Foto: Chaidir A Tanjung/detikcom)
Saat kejadian, ada 2 perempuan yang melintas dengan menggunakan sepeda motor. Keduanya berhenti karena mendengar teriakan Iriati. Kepada 2 perempuan itu, Bripka E menjelaskan dirinya tidak merampok dan hanya menyebut sedang bertengkar dengan istrinya di mobil.

2. Dipergoki 2 Perempuan

Iriati (Foto: Chaidir A Tanjung/detikcom)
Saat kejadian, ada 2 perempuan yang melintas dengan menggunakan sepeda motor. Keduanya berhenti karena mendengar teriakan Iriati. Kepada 2 perempuan itu, Bripka E menjelaskan dirinya tidak merampok dan hanya menyebut sedang bertengkar dengan istrinya di mobil.

3. Olah TKP

Pasca kejadian, Polda Riau menggelar olah TKP. Iriati diperankan sendiri, sedangkan Bripka E diperankan anggota polisi.

Dimulai dari adegan Iriati memarkirkan mobilnya, lalu masuk pria berpakaian preman dan menodongkan pistolnya. Terjadi tarik menarik senjata. Saat itulah, pistol meletus. Lantas pria itu keluar. Sayang, usai olah TKP, Polda Riau tak memberikan keterangan.

3. Olah TKP

Pasca kejadian, Polda Riau menggelar olah TKP. Iriati diperankan sendiri, sedangkan Bripka E diperankan anggota polisi.

Dimulai dari adegan Iriati memarkirkan mobilnya, lalu masuk pria berpakaian preman dan menodongkan pistolnya. Terjadi tarik menarik senjata. Saat itulah, pistol meletus. Lantas pria itu keluar. Sayang, usai olah TKP, Polda Riau tak memberikan keterangan.
Halaman 2 dari 8
(try/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini