Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Arie Budhiman mengatakan tak mudah untuk membersihkan tugu setinggi 132 meter tersebut, sebab ada beberapa titik yang memang harus dikerjakan secara teliti dan hati-hati.
"Monas itu tingkat kesulitan pembersihannya lumayan sulit, tinggi. Karena ada semacam cekungan di bagian atas sebelum puncak di bunga api emas itu. Bagian ini memerlukan tingkat ketelitian dan kehati-hatian dalam membersihkannya dan di sini (Kaercher) mereka menggunakan teknologi untuk membersihkannya," kata Arie saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/5/2014).
Arie menjelaskan, kegiatan bersih-bersih Monas ini dilakukan oleh perusahaan peralatan teknologi pembersih asal Jerman, Kaercher Indonesia, lewat program Corporate Social Responsibility (CSR). Kaercher merupakan perusahaan yang memang rutin dan terbiasa untuk membersihkan patung atau tugu-tugu yang menjadi ikon negara di berbagai belahan dunia. Sehingga, niatan Kaercher untuk membersihkan Monas melalui program CSR-nya disambut baik oleh Pemprov DKI.
"Kaercher itu perusahaan yang CSR-nya fokus pada pembersihan menara-menara terkemuka kelas dunia, seperty patung Liberty dan lainnnya. Semua menara-menara utama di dunia. Dan yang menarik yaitu tingkat kesulitan masing-masing menara yang berbeda-beda. Di sinilah mereka sangat porofesional dan mereka juga betul-betul memperhatikan safety dari pembersihan itu. Dan yang paling utama adalah keselamatan atau keamanan tugunya," jelas Arie.
"Karena itu Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur langsung memberikan izin setelah melihat pemaparan mereka (Kaercher). Karena beliau (Gubernur dan Wagub) juga tidak akan sembarangan memberikan izin untuk Monas dibersihkan," tambahnya.
Tugu Monas akan 'dimandikan' selama dua pekan, tanggal 5-18 Mei. Terakhir Monas dimandikan pada 1992 yang lalu.
Secara terpisah, General Manager Kaercher Indonesia Roland Staehler berujar bagian emas tugu Monas tak dibersihkan dengan alasan kondisinya tak terlalu kotor.
"Bukan karena takut rusak. Kami yakin bisa dibersihkan dengan baik tanpa rusak emasnya. Tapi kita tidak bersihkan emasnya karena enggak ada masalah serius. Untungnya, bagian emasnya tak terlalu kotor. Mungkin karena selama ini dibersihkan dengan baik oleh hujan. Fokus kita di bagian bawah yang kotor, yang tidak bisa tersentuh oleh air hujan," ungkapnya.
(jor/nrl)











































