"Ada yang mengkritik BKPP karena nggak berhasil mencapai target, tapi ada yang bilang berhasil," kata Ketua DPP Golkar Hajriyanto Y Thohari usai rapat di DPP Golkar, Jl Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (7/5/2014) dini hari.
Golkar memang memasang target tinggi di Pileg 2014, yaitu 30% perolehan suara. Namun hasilnya, prediksi suara Golkar hanya mencapai setengah dari target yang ditetapkan.
Tak semua peserta rapat menyalahkan Cicip atas kegagalan Golkar meraih target. Ada juga yang menyebut sistem Pemilu saat ini sebagai biang kerok kegagalan partai berlambang pohon beringin itu.
"Ada yang mengkritik sistem pemilu dan Golkar harus membenahi. Sistem pemilu harus diubah. Distrik sekalian atau proposional tertutup untuk menghindari kompetisi antar partai," ujar Hajri.
Ada juga yang menyalahkan maraknya money politics di Pileg 2014 ini. Banyak caleg Golkar, kata Hajri, yang terkejut dengan liarnya money politics di pemilu tahun ini.
"Ada juga yang menyampaikan ketidaksiapan Golkar menghadapi proses pemilu yang penuh money politics," ujarnya.
(trq/bar)











































