"Tentunya begitu (merugikan). Kita kan jadi tidak bisa menentukan koalisi persisnya bagaimana," kata Waketum Golkar Sharif Cicip di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakbar, Selasa (6/5/2014).
Cicip meminta agar KPU memperbaiki sistem penyelenggaraannya. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua BKPP Golkar ini juga merasa bahwa buruknya penyelenggaraan KPU menyebabkan perolehan suara Golkar tak mencapai target.
"Salah satunya pembagian sisa suara dibagi di dapil. Kedua, masalah yang dulunya sekian puluh partai di 2009 sekarang hanya 12 parpol, sehingga suara itu banyak yang tidak bisa terpakai. Kemudian masalah penyelenggaraannya Pemilu. Rekapitulasi ini pun baru 14 provinsi," papar Cicip.
Masalah antar caleg juga dinilai Cicip menyebabkan rendahnya perolehan suara. "Rekomendasi kita ke depan untuk evaluasi persaingan tidak sehat antar caleg di satu partai," ucapnya.
KPU masih menyisakan 20 provinsi yang belum disahkan rekapitulasi perhitungan suaranya.
(trq/trq)











































