"Persentase kematian flu burung 80% dan untuk MERS hanya 36%," kata Kepala Pusat Kegiatan Haji Kemenkes, Fidiansyah di kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2014).
Namun demikian bukan berarti penularan virus yang hingga kini belum ada vaksin khususnya tersebut tak perlu diwaspadai. "Kita tetap harus waspada," ucap Fidiansyah.
Saat ini pencegahan penularan MERS adalah dengan menyuntikkan vaksin meningitis bagi seluruh jamaah haji dan umroh dan siapapun yang hendak bepergian ke daerah di mana virus tersebut berasal. Namun sayangnya vaksin tersebut agak susah didapatkan.
"Kita rencanakan vaksinasi meningitis dipermudah karena banyak calon jamaah mengatakan susahnya mendapatkan vaksinasi meningitis. Dan vaksinasi ini menjadi syarat untuk mendapatkan visa haji," tuturnya.
Sementara itu menurutnya, hingga saat ini belum ada kasus MERS di Indonesia. 2 orang yang pulang umroh pada Sabtu (3/5) lalu dan dirawat di RSUP Haji Adam Malik, Medan tersebut - salah satunya sudah meninggal dunia - belum dipastikan terjangkit virus MERS.
"Saat ini belum ada kasus MERS di Indonesia. Hasil laboratorium belum menyatakan kedua orang di Medan itu tertular virus MERS," tutupnya.
(kff/nwk)











































