Plh Kepala Dinas Kesehatan Sumut Sri Suryani Purnamawati menyatakan, sampel itu dikirim ke Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kementerian Kesehatan di Jakarta. Hasilnya akan diketahui dalam beberapa hari ke depan.
"Setelah beberapa hari akan segera dipastikan apakah MERS atau tidak," kata Sri kepada wartawan di Kantor Dinas Kesehatan Sumut, Jalan HM Yamin, Medan, Selasa (6/5/2014).
Sampel itu berasal dari pasien perempuan atas nama SHN (50), asal Serdang Bedagai, Sumut. Dia dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, sejak Senin (5/5) hingga sekarang.
SHN merupakan jamaah umrah yang tiba di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, pada (2/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan awal pasien ini menunjukkan gejala yang mengarah ke MERS, namun kepastian belum diketahui hingga hasil uji laboratorium diperoleh.
Dinas Kesehatan masih melacak informasi tentang travel yang memberangkatkan SHN ke Arab Saudi, demikian juga anggota rombongannya yang lain. Identifikasi rombongan diperlukan untuk mengetahui ada atau tidak anggota jamaah lain yang menderita gejala sejenis.
Sebelumnya, pasien KHS (54) asal Kabupaten Mandailing Natal, meninggal dunia di RSUP Haji Adam Malik pada Minggu (4/5) setelah menderita sesak nafas sepulang dari umrah. Dia dan rombongan yang berjumlah 30 orang tiba di Bandara Kuala Namu pada Sabtu (3/5). Jenazahnya langsung dibawa keluarga untuk dikebumikan di Mandailing Natal. Keluarga tak mengizinkan dokter melakukan pengambilan sampel.
(rul/try)











































