Pembahasan Cawapres di Rapimnas Golkar Terancam Deadlock

Pembahasan Cawapres di Rapimnas Golkar Terancam Deadlock

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2014 16:54 WIB
Pembahasan Cawapres di Rapimnas Golkar Terancam Deadlock
Jakarta - Partai Golkar bersedia menurunkan grade calon yang diusungnya menjadi cawapres. Sikap politik itu untuk memudahkan langkah partai berlambang pohon beringin ini untuk mencari mitra koalisi, termasuk dengan Gerindra yang tengah terjalin mesra.

Cawapres yang akan diusung Golkar baru akan dibahas dalam rapimnas setelah KPU mengumumkan rekapitulasi suara nasional. Rapimnas yang akan digelar itu menyusul desakan sejumlah elite Golkar menyikapi sulitnya Golkar mencari mitra koalisi meski sebagai runner up di pemilu legislatif. Sejumlah elite Golkar menuding kesulitan itu karena rendahnya elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical) berdasarkan sejumlah survei.

Tidak hanya menyuarakan cawapres, para elite lalu menyodorkan sejumlah nama selain Ical untuk ditawarkan sebagai cawapres kepada partai lain. Seperti Akbar Tandjung, Priyo Budi Santoso, Luhut Panjaitan, dan Agung Laksono.

Persoalannya, apakah tokoh yang akan disepakati dalam rapimnas nanti lantas dapat memikat mitra koalisi?

Pakar komunikasi politik dari Universitas Padjajaran Lely Arianie mengatakan, tarik-menarik yang hangat kemungkinan akan terjadi dalam rapimnas Golkar. Tidak tertutup kemungkinan, kuatnya tarik-menarik antar faksi di Golkar akan membuat rapimnas justru deadlock.

"Bisa terjadi itu deadlock. Akhirnya mereka akan membiarkan capres yang diusung tapi tidak didukung itu akan dibiarkan, seperti saat Wiranto dan JK. Sehingga membuat mesin tidak bekerja maksimal," ujar Lely saat berbincang dengan detikcom, Selasa (6/5/2014).

Lely mengatakan, perdebatan di tubuh Golkar bukan hal baru. Sebagai parpol yang memiliki pengalaman panjang, perselisihan di tubuh Golkar biasanya mengerucut pada satu nama, jika tidak deadlock. Namun dalam konteks saat ini, pencarian terhadap cawapres dari Golkar dinilai sangat sulit.

Selama ini tokoh Golkar yang dilakukan survei adalah Aburizal Bakrie (Ical). Sementara tokoh-tokoh potensial lainnya di Golkar tidak dilakukan survei. Hanya beberapa tokoh saja, seperti Priyo Budi Santoso dan Akbar Tandjung. Namun hasil survei mereka masih di bawah Ical.

"Saya pikir rapimnas bisa juga akan mengarah ke Ical. Tarik menarik itu bisa mengarah ke Ical. Namun Ical juga ditolak. Yang lain belum ketahuan elektabilitasnya. Pada posisi ini Golkar harus punya cara menampilkan tokoh simbolik, jika tidak ingin deadlock," kata Lely.

Menurut Lely, salah satu tokoh Golkar yang relatif bisa diterima semua faksi dan tidak memiliki resistensi tinggi adalah Jusuf Kalla (JK).

"Tetapi kan JK juga sulit diusung di rapim. Karena dia juga sudah dipertimbangkan di NasDem dan PDIP. Tapi kalau faksi-faksi di rapimnas mengeras, ya bisa JK. Golkar harus merebut momentum," pungkas Lely.

(rmd/brn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads