Hasil Visum Bocah Korban Pelecehan Seksual: Ada Luka Lama dan Baru

Hasil Visum Bocah Korban Pelecehan Seksual: Ada Luka Lama dan Baru

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2014 16:14 WIB
Hasil Visum Bocah Korban Pelecehan Seksual: Ada Luka Lama dan Baru
Pelaku Andi di Mapolresta Pekanbaru
Pekanbaru - Hasil visum terhadap bocah korban pelecehan seksual sangat mengejutkan. Ternyata bocah-bocah itu diperkosa dan disodomi. Ada bekas luka lama dan baru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Robert Hariyanto mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Selasa (6/5/2014). Robert menjelaskan, bahwa pihaknya hanya menerima 5 pengaduan korban pelecehan seksual. Dari jumlah itu, 4 bocah wanita dan satu pria.

"Hasil visum menunjukkan ada luka lama ada luka baru. Artinya korban ini sudah berulang kali diperkosa pelaku," kata Robert.

Untuk kasus perkosaan dan sodomi ini, lanjutnya, tersangkanya adalah Rd (15). Saat ini Rd sudah melarikan diri. Sedangkan tersangka Andi (18) yang sudah ditahan hanya dikenakan pasal pencabulan, karena tidak melakukan pemerkosaan seperti Rd.

"Jadi pelaku pelecehan ini ada 3 orang dan satu keluarga. Andi (18), Rd (15) dan Ay (9). Rd lagi kita buru sedangkan Ay tidak kita tahan karena masih anak-anak," kata Robert.

Robert menjelaskan, bisa jadi kasus pemerkosaan ini sudah lama dilakukan Rd dan sudah berulang kali. Hanya saja para orangtua korban baru melaporkan kasus itu ke Polresta Pekanbaru, sejak 13 April hingga 18 Apri.

"Hanya hasil visum medis tidak bisa menunjukan kapan itu dilakukan. Visum hanya sebatas menyebutkan ada bekas luka lama dan baru," tutup Robert.

Sebelumnya, orangtua korban melaporkan kasus ini Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A) Provinsi Riau. Di sana ada 6 bocah mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Orangtua korban melapor ke sana, karena merasa laporan mereka ke polisi kurang direspon.

Para orangtua korban kecewa melihat sikap kepolisian. Padahal sejak awal pada 13 April mereka sudah membuat laporan ke Polsek Tampan, Pekanbaru. Dari sana tak ada tanggapan, kembali melaporkan kasus itu ke Polresta Pekanbaru.

"Saat kami laporkan, pelaku Rd masih berkeliaran di tempat kami. Sekarang pelakunya sudah lari karena polisi lambat menangani kasus yang kami adukan," curhat seorang ibu korban di P2TPA Provinsi Riau kemarin.

(cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads