Renggo dan pelaku S bersekolah di SD 09 Makasar, Jakarta Timur. Kejadian pemukulan pun berlangsung di sekolah dan dipicu masalah senggolan minuman.
Menurut Jokowi, peran sekolah dalam kasus ini tidak boleh diabaikan. Karena itu, dia menuntut pertanggungjawaban.
"Kepala sekolah harus tanggung jawab dan saya perintahkan untuk dicopot," tegas Jokowi di rumah duka, Jalan Kampung Baru 1 RT 10 RW 7, Kelurahan Halim Perdanakusumah, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (6/5/2014)
Sanksi tegas ini dijatuhkan Jokowi karena kepsek dianggap tidak melakukan manajemen kontrol dengan baik. Pihak yang berada di lingkungan sekolah harus bertanggung jawab.
"Ya ini, saya kira, ini untuk pembinaan. Artinya untuk pembinaan. Kita tidak ingin mempolemikkan itu, ini pembinaan. Bahwa dalam manajemen yang kecil itu harus tanggung jawab," tambahnya.
Ke depan, Jokowi berharap pihak sekolah dapat memantau lebih jeli soal prilaku anak. Bila ada yang berubah, maka harus dibina dan diberi pendidikan budi pekerti. "Bukan urusan matematika, IPA, IPS saja. Saya kira pendidikan budi pekerti sangat penting sekali," imbuhnya.
Jokowi berharap terbentuk karakter anak yang memiliki budi pekerti baik di sekolah. Bukan anak yang arogan, emosional dan suka marah-marah. Pendidikan di lingkungan keluarga juga sangat penting.
"Yang penting adalah hubungan sekolah dan keluarga harus erat dan harmonis. Jangan ketemu pas ngambil rapor, atau pas ujian, harus ada pertemuan rutin. Ini yang akan kita jadikan gerakan," tegasnya.
(sip/mad)











































