Tolong PT KAI, Mungkin Harus Ada Persiapan Ekstra untuk Penjualan Tiket Mudik

Tolong PT KAI, Mungkin Harus Ada Persiapan Ekstra untuk Penjualan Tiket Mudik

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2014 14:23 WIB
Tolong PT KAI, Mungkin Harus Ada Persiapan Ekstra untuk Penjualan Tiket Mudik
Jakarta - Banyak keluhan disampaikan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait penjualan tiket mudik. Mulai dari server yang tak kuat sehingga eror sampai kursi yang amat terbatas. Sejumlah saran dan masukan pun disampaikan kepada KAI agar mereka bisa lebih siap menghadapi peningkatan lonjakan penumpang. Jangan sampai citra positif berubah menjadi cibiran.

"Jika melepas e-tiket sebaiknya PT.KAI juga harus siap dengan infrastruktur yang mendukung seperti server dan lain-lain," terang pembaca detikcom Fakhril Maula yang mengirimkan sarannya lewat surat elektronik ke redaksi@detik.com, Selasa (6/5/2014).

Fakhrul beruntung dia sukses mendapatkan tiket dengan menggunakan laptop dan smartphone. Namun perlu perjuangan ekstra dengan traffic internet yang berkecepatan tinggi. Dia juga sambil 'bertempur' di warnet.

"Saya belum percaya tidak ada 'main belakang' oknum pegawai PT KAI karena terbukti ketika saya di warnet ada calo yang dengan mudahnya memesan tiket kereta juga dengan tampilan web yang berbeda, mungkin tampilan web travel agent yang bekerja sama dengan PT KAI dan mudah untuk mengakses," jelas Fakhril.

"Tolong pikirkan juga masyarakat yang belum memiliki akses internet dengan mudah, karena melihat berita di televisi banyaknya masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah protes ke PT KAI. Seharusnya disediakan mekanisme yang memungkinkan masyarakat tersebut bisa memesan tiket dengan mudah. Misalkan yang bisa booking online adalah tiket kelas bisnis-eksekutif sedangkan tiket ekonomi hanya sebagian saja yang dilepas online," tambah dia.

Pembaca lainnya Vita menyarankan agar pihak KAI benar-benar menyiapkan tiket mudik dengan serius. Jadi, tiket yang dijual tak hanya tiket reguler saja namun juga termasuk tiket tambahan mudik.

"Jadi jatah tiket yang tersedia banyak," terang Vita.

Sedang, saran dari pembaca lainnya Febrina Ayu menuturkan susahnya dia dan keluarga memesan tiket rombongan. Jadi, kalau pun bisa mereka berpisah tempat duduknya.

"Pengalaman cari ticket lebaran terkendala selain karena sering error via PC juga saat isi biodata keluarga butuh next page 3 kali untuk isi biodata keluarga, yang so pasti butuh waktu lebih lama ketimbang mengisi biodata untuk diri sendiri atau single tiket," terang dia.

"Yang masih single, mereka sangat mudah dan lebih cepat mendapatkan tiket. Seandainya saja kalau diaplikasi HP kita bisa menyimpan data bio data calon penumpang mungkin tidak butuh waktu lama bagi pencari ticket rombongan," terang ibu satu anak ini.

Sejumlah saran lainnya juga banyak datang. Tapi pastinya semua berharap agar KAI bisa memberikan pelayanan lebih baik. Tak ada keistimewaan bagi orang dalam KAI, travel agen, atau siapapun. Semua sama statusnya sama, pemburu tiket kereta dan pelanggan KAI.

(nal/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads