Wasekjen PD Ramadhan Pohan menegaskan bahwa partainya masih menunggu hasil konvensi capres pada tanggal 15 Mei 2014 mendatang. Namun Ramadhan mengungkapkan bahwa saat ini SBY lah yang memegang kendali atas peta koalisi partai-partai saat ini.
"Bandul politik saat ini ada di tangan SBY. Perbedaan antara Prabowo dan Jokowi selisihnya 16 persen. Kalau misalnya PD dan SBY bandulnya jatuh ke PDIP, akan memudahkan ke Jokowi. Kalau jatuh ke Prabowo, potensi kemenangan Prabowo akan tinggi. SBY itu elektabilitasnya 62 persen lho," kata Ramadhan saat dihubungi, Selasa (6/5/2014).
Menurut Ramadhan, saat ini partainya lebih condong ke poros Prabowo. Jokowi dan PDIP ia anggap terlalu tertutup.
"Pola komunikasi PDIP yang tertutup seperti sekarang bisa menyerang balik," ujarnya.
Ia lalu memaparkan kecocokan antara PD dan Partai Gerindra. Kedua partai pun selama ini memiliki hubungan baik.
"Segala opsi itu terbuka lebar. Termasuk opsi dengan Prabowo itu tidak mustahil. Partai Demokrat dan SBY tidak ada masalah dengan Gerindra dan Prabowo. Ada beberapa kejadian yang perlihatkan kesamaan visi kedua partai ini," papar Ramadhan.
Ramadhan pun tak ambil pusing dengan Ical yang mengisyaratkan mau jadi cawapres Prabowo. Menurutnya, hal itu belum pasti.
"Segala sesuatu masih cair. Golkar juga belum solid. Kalau keinginan Ical mau banting setir, harus lewat Rapimnas juga kan," ucapnya.
(van/van)











































