Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, Prof Luhur Soeroso yang yang ikut menangani pasien yang berinisial KHS (64) itu menyatakan, saat tiba di rumah sakit kondisinya sudah memburuk. Gejala yang ditunjukkan secara umum mengarah pada kemungkinan MERS.
"Diketahui ternyata dia memang pernah berada di dekat unta, bisa jadi unta itu yang menularkan kepadanya, atau dari orang lain yang sudah terinfeksi," kata Luhur Soeroso kepada wartawan di RSUP Haji Adam Malik, Jalan Bunga Lau, Medan, Selasa (6/5/2014).
Secara umum, gejala yang ditunjukkan pasien tersebut mengarah kepada MERS yang mirip dengan H5N1 atau flu burung. Trombosit turun, panas tinggi, dan ada pneumonia.
"Tetapi kita tidak bisa memastikan dia terkena MERS atau tidak karena keluarga tidak mengizinkan dilakukan swap. Tetapi berdasarkan gejalanya, mengarah ke sana," kata Soeroso.
Pasien KHS (64) asal Medan, meninggal dunia di RSUP Haji Adam Malik pada Minggu (4/5) siang setelah menderita sesak nafas sepulangnya dari melaksanakan umrah, dan tiba di Bandara Kuala Namu pada Sabtu (3/5). Dia merupakan bagian dari 30 orang yang berangkat umrah dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Darul Umroh di Jalan Karya Jaya, Medan. Dari jumlah itu, 7 orang dari Sumut sementara 23 lainnya berasal dari Lhokseumawe dan Langsa, Aceh.
(rul/try)











































