Menurut sumber detikcom dari internal Gerindra, bahasa tubuh Ketum Golkar Aburizal Bakrie siap menjadi cawapres untuk Prabowo. Bahkan usai pertemuan tersebut, Ical blak-blakan tak lagi ngotot jadi nomor satu.
"Nomor satu, nomor dua bagi kami tidak ada masalah, kita tidak masalah. Kita sama-sama berpikir yang lebih baik bagi negara," papar Ical kemarin.
Namun demikian kabarnya Prabowo Subianto belum mengiyakan hal tersebut. Prabowo mengaku memilih menunggu langkah politik yang diambil Ketum PD SBY.
Kepada Ical, Prabowo tak menuturkan alasan kenapa menunggu Presiden SBY. Padahal kekuatan Golkar-Gerindra-PKS sudah lebih dari cukup untuk mengusung pencapresan Prabowo.
Oleh karena itu Prabowo setelah pertemuan tersebut tak banyak bicara soal capres maupun cawapres. Meski Prabowo tetap memberikan sinyal penyatuan kekuatan Golkar-Gerindra adalah keniscayaan.
Apakah Prabowo masih berharap tambahan koalisi dari PD dan sekutunya?. Lalu apakah Prabowo-Ical bakal benar-benar terwujud?
SBY sendiri sampai saat ini masih memantau perkembangan politik terkini. SBY sempat memberikan isyarat soal penantian Prabowo ini.
"Mereka kan sudah kuat, nggak usah tunggu Demokrat. Tanpa Demokrat mereka sudah kuat, mereka sudah siap," kata SBY di Istana Negara, kemarin.
(van/try)











































