"Kita ingin belajar dari negara-negara Eropa. Kan di sana sungai bersih, udara bersih. Tapi mereka pernah mengalami masa yang jorok, di mana-mana sama. Cuma dia butuh waktu yang lebih lama belajar dari kesalahan, nah dengan kerjasama seperti ini kita harapkan kesalahan dia yang lama jangan kita tempuh lagi," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2014).
Ahok yang jadi tuan rumah bertemu Bures didampingi sejumlah kepala dinas seperti Kadishub Muhammad Akbar, Kadis PU Manggas Rudi Siahaan, dan Kadis Kebersihan Saptastri Ediningtyas. Gubernur Joko Widodo tak terlihat hadir dalam pertemuan. Sedangkan Bures datang didampingi beberapa delegasi bisnis dari negaranya.
Dalam pertemuan setengah jam itu, Pemprov DKI diwakili Guru besar Universitas Indonesia Sutanto Suhodo yang juga menjabat sebagai Deputi Gubernur DKI Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi, memaparkan program-program pembangunan di DKI. Paparan program tak hanya yang dilakukan pada masa kepemimpinan Jokowi tapi juga pada masa Fauzi Bowo.
Beberapa di antaranya yakni renovasi green building Gedung Balai Kota Jakarta, pengembangan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta, rencana pembagunan Mass Rapid Transit (MRT) rute Lebak Bulus-Kampung Bandan, dan Giant Sea Wall.
(ros/mpr)










































