PAN Ingin Partner Koalisi yang Punya Semangat Reformasi Jilid II

PAN Ingin Partner Koalisi yang Punya Semangat Reformasi Jilid II

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2014 09:58 WIB
PAN Ingin Partner Koalisi yang Punya Semangat Reformasi Jilid II
Jakarta - PAN hingga kini belum juga memutuskan arah koalisinya. Dekat dengan PDIP dan Gerindra, kubu mana yang akhirnya dipilih PAN?

Ketua DPP PAN Bara Hasibuan menerangkan partainya memang belum secara resmi memutuskan partner koalisi, meskipun pembicaraan telah dilakukan dengan berbagai pihak. Ia menyatakan tidak mudah dalam menentukan partner koalisi mengingat perlu adanya kesamaan visi untuk menjawab berbagai tantangan yang akan dihadapi bangsa ke depan.

"Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam memutuskan partner koalisi dan itu bukanlah sesuatu yang mudah. Sebab, dalam memutuskan siapa saja partner koalisi, tentu saja akan mempunyai impact terhadap masa depan bangsa, jadi tidak bisa diambil dalam waktu cepat dan terburu-buru," kata Bara kepada detikcom, Selasa (6/5/2014).

"Kami tidak sekedar ingin menang saja, tapi ada hal yang lebih prinsipal yang menjadi pertimbangan kami, terutama mengenai kesamaan visi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa Indonesia ke depan seperti kemiskinan, keadilan, korupsi, pemerataan dan daya saing," imbuhnya.

Sebagai partai yang lahir dari gerakan Reformasi, lanjut Bara, PAN menilai bahwa semangat Reformasi masih sangat relevan untuk terus mendorong perubahan dan perbaikan. Partainya akan menjadikan nilai-nilai Reformasi dan demokrasi tersebut sebagai salah satu konsideran dalam menentukan partner koalisi.

"Reformasi selanjutnya atau Reformasi Jilid II adalah Reformasi Kesejahteraan yang tujuannya adalah meningkatkan pendapatan rakyat Indonesia secara keseluruhan, tentu saja dengan tetap mengedepankan nilai-nilai demokrasi dan keadilan," tutur Bara.

"Untuk itulah kemudian partner koalisi kami harus memiliki pandangan yang sama terkait bagaimana memastikan nasib bangsa, khususnya mengenai tingkat kesejahteraan rakyat. Nilai-nilai Reformasi dan demokrasi itu akan menjadi salah satu konsideran kami dalam menentukan koalisi," tambahnya.

Bara menyampaikan koalisi yang akan diputuskan partainya juga tidak lepas dari pencalonan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa pada Pilpres mendatang.

"Tentu saja membicarakan partner koalisi juga berkaitan dengan tokoh yang akan berdampingan dengan ketua umum kami dalam Pemilihan Presiden. Kami ingin pendamping Pak Hatta adalah partner yang bersama kami mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang. Kami menyadari bahwa tidak ada kandidat yang sempurna. Karenanya, patokan kami adalah agenda perubahan dan perbaikan untuk meningkatkan kesejahteraan, di samping juga tidak mengesampingkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan," pungkasnya.

PAN saat ini sedang dekat dengan Gerindra. Hatta Rajasa disebut-sebut telah disorongkan sebagai kandidat cawapres untuk Prabowo. Namun di sisi lain, PAN juga berkomunikasi dengan PDIP. Hatta bahkan mengakui sudah berkali-kali bertemu dengan Jokowi. Selain itu, PAN juga diminta Partai Demokrat untuk menunggu manuver mereka dalam koalisi menuju pilpres.

(trq/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads