Rapimnas Digelar Hari Ini, Ketua Hanura Pastikan Tak Ada Evaluasi HT

Rapimnas Digelar Hari Ini, Ketua Hanura Pastikan Tak Ada Evaluasi HT

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2014 09:40 WIB
Rapimnas Digelar Hari Ini, Ketua Hanura Pastikan Tak Ada Evaluasi HT
Jakarta - Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akan digelar sore ini, pukul 15.30 WIB di Hotel Sultan, Jakarta. Ketua DPP Hanura Ali Kastela memastikan tak ada agenda untuk mengevaluasi posisi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Hanura Harry Tanoesoedibjo (HT).

"Tidak ada dalam agenda Rapimnas (soal evaluasi HT)," kata Ketua DPP Hanura Ali Kastela kepada detikcom, Selasa (6/5/2014).

Ali menjelaskan agenda Rapimnas nanti adalah membahas arah koalisi Hanura. Belakangan, Hanura lewat Ketua Umumnya, Wiranto, terlihat semakin akrab dengan capres Gerindra Prabowo Subianto. Namun kader yang mengkritisi Bappilu, yakni Ketua DPP Yuddy Chrisnandi justru menyarankan agar partainya merapat ke PDIP dengan capres Jokowi. Ke mana Hanura akan melangkah?

"Tergantung mana yang lebih kuat (Jokowi atau Prabowo). Mereka sama-sama punya tujuan yang sama. Tapi kita liat nanti apa yang menjadi nilai plus dari masing-masing capres. Yang paling utama adalah koalisi harus meningkatkan partisipasi peran Hanura. Kita harus berperan dalam pemerintahan," tutur Ali.

Menurut Ali, perolehan suara Hanura sudah terbilang baik karena bisa lolos Parliamentary Treshold. Perolehan ini juga akan menjadi bekal koalisi. Berkaca dari hasil perolehan Pileg 2014 yang diperoleh Hanura, Ali menilai tak selayaknya Yuddy Chrisnandi mengkritisi kepemimpinan HT. Justru, Hanura harus bersyukur memperoleh hasil Pileg seperti sekarang.

"Meski tidak maksimal, bukan berarti Bappilu gagal. Karena itu sudah upaya maksimal Bappilu meloloskan Hanura masuk Parlemen," tutur Ali.

Yuddy Chrisnandi yang selama ini kritis terhadap HT sesungguhnya pernah menjabat sebagai Ketua Bappilu sebelum HT menjabat posisi itu. Ali menilai tidak seharusnya kekecewaan pribadi dibawa masuk ke ranah kerja kepartaian.

"Kalau ada perasaan kondisi psikologis, itu adalah hal yang wahjar. Tapi kita kan sekarang membangun partai, bukan orang per orang. Pak Harry Tanoe sudah membangun dan memberikan nilai tambah. Beliau sudah memberi partisipasi yang cukup," tutur Ali.

(dnu/vid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads