Dear PT KAI, ini Curhat Mereka yang Begadang Tapi Sulit Dapat Tiket Mudik Kereta

Dear PT KAI, ini Curhat Mereka yang Begadang Tapi Sulit Dapat Tiket Mudik Kereta

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2014 08:48 WIB
Dear PT KAI, ini Curhat Mereka yang Begadang Tapi Sulit Dapat Tiket Mudik Kereta
Jakarta - Mungkin ada jutaan orang yang begadang selama penjualan tiket kereta sejak H-7-H-1. Mereka rela tak tidur demi mendapatkan tiket mudik lebaran. Tapi, walau sudah begadang, menyiapkan sejumlah komputer dan bahkan sampai akhirnya lari ke minimarket, tiket tetap tak diperoleh.

Sejumlah pengalaman disampaikan para pemburu tiket kereta mudik ini ke redaksi@detik.com, Selasa (6/5/2014). Mereka merasa ada keanehan kala mengakses situs kereta api. Walau pihak KAI menyebut di waktu yang bersamaan ada 9 juta pengakses, para pemburu kereta tak habis pikir, sekitar 2 menit tiket ludes.

Berikut pengalaman para pemburu tiket kereta:

1. Sudah Beli Modem Super Cepat, Tetap Tak Dapat Tiket Kereta

Tofik Bayu, sudah siap-siap berburu tiket kereta api. Dia bahkan sudah membeli modem super cepat demi bisa tembus situs KAI. Tapi apa daya, tiket menuju Purwokerto tak juga didapat. Situs KAI crash.

"Kami sudah membeli modem sebelumnya dan kami tes pukul 23.50 WIB jaringan masih sangat cepat dan untuk masuk web PT KAI maupun tiket.com tanpa ada problem. Tapi pada saat pukul 00.00 WIB tanggal 28 April 2014 (H-90), kami mencoba masuk situs tersebut susahnya minta ampun. Hingga pukul 01.30 WIB baru dapat mengakses dannnnnnnnnnnnnnn KURSI PENUH," cerita Tofik dalam surat elektroniknya.

Tofik dan keluarga tak menyerah. Dia kemudian segera mencari lagi kesempatan, hingga akhirnya pukul 03.30 WIB dia mendapatkan tiket Gajayana (3 tiket dewasa 1 bayi) dan telah mendapat kode pembayaran.

"Akhirnya kami transfer via ATM dengan menu pembayaran tiket. Struk Keluar namun kode booking tidak muncul juga ke email saya. Hingga akhirnya Hari berikutnya muncul di notifikasi E Banking terdapat transaksi KREDIT sejumlah pembayaran tiket saya," imbuh dia.

"Tidak ada info dari PT KAI membuat kami resah. Kami mencoba menghubungi CS KAI via telpon tidak pernah bisa nyambung. Alhasil, kami kehilangan tiket tanpa kejelasan penyebabnya, kehilangan waktu untuk mencari waktu pemesanan dan harapan sirna oh PT KAI PHP (Pemberi Harapan Palsu)," tutur Tofik.

2. Sudah Capek Bergadang, Hanya Dalam 15 Menit Tiket Habis

Erika bertutur soal pengalamannya berburu tiket mudik. Dia sengaja bergadang pada 26 april 2014 untuk membeli tiket 25 juli 2014. Saat itu masih sekitar pukul 23.30 WIB, dan website KAI masih bisa diakses.

"Saya sengaja membiarkan web dibuka dengan harapan ketika jam 00.00 WIB bisa langsung memilih. Tapi kenyataan berbeda ketika jam 00.00 WIB web lansung error dan tidak bisa diakses. Ketika saya sdh bisa mengakses 00.20 WIB tiket sudah habis terjual," jelas Erika dalam surat elektroniknya.

"Yang menjadi aneh buat saya apakah org bisa mengetik satu per satu nama dengan identitas untuk sekian puluh ribu tiket hanya dalam hitungan menit?Rasanya ini sangat aneh karena normal kita membeli tiket saja membutuhkan sekian menit untuk mengetik. Begitu juga dengan di Indomaret juga butuh waktu untuk mengetik. Ini memunculkan pertanyaan yang sangat besar," tanya dia.

Hal serupa, lanjut Erika, juga terjadi sehari sebelumnya hanya dalam 15 menit habis untuk puluhan ribu tiket. "Mungkin ini bisa jadi evaluasi KAI," tutup dia.

3. Kemana Larinya Tiket Mudik Kereta, Mungkin ke Para Calo

Rina Agustin menyampaikan kekesalannya soal tiket kereta yang sulit didapat. Dia sudah berkorban agar bisa mudik dengan bergadang menunggu pukul 00.00 WIB, tapi hingga pukul 05.00 WIB, tiket tak juga didapat malah diumumkan ludes.

"Saya mungkin 1 dari ratusan orang pencari tiket untuk lebaran dan hasil yang saya dapat juga sama dengan rekan-rekan yang lain. Saya melek mata dari pukul 00.00-05.00 pada 22 April 2014 untuk keberangkatan 21 Juli 2014. Alat yang saya gunakan 2 laptop dan 2 chip fastpay. Pada pukul 00.00 ketersediaan kursi masih banyak, kita booking normal begitu kita enter untuk pesan itu proses loading nya lama, bisa sampai 20 menit begitu loading selesai, tapi muncul ERROR," jelas Rina dalam surat elektorniknya.

Rina mengaku pernah membaca pemeberitaan pernyataan dari salah satu pejabat KAI yang mengatakan para pengguna internet bisa dengan lancar masuk ke situs KAI itu tergantung jaringan internet si pengguna.

"Lucu memang, tapi logika nggak masuk akal. Dengan sekian ribu kursi yang tersedia saya yakin nggak hanya sekian persen penumpang yang bisa booking, sisanya kemana? Tentulah pasti oknum pegawai KAI sendiri yang menikmati dan mereka juga yang join dgn calo," tuding Rina karena kesalnya.

Rina menuding calo menjadi pemain dalam tiket ini karena harga tiket ekonomi AC yang 55 ribu di tangan calo bisa mencapai 250 ribu. "Tahun lalu saya pernah pakai jasa calo, calo minta data dan uang DP. Saya tanya kok bisa nyediain tiket, dia berargumen cari pembatalan, dan langsung diambil," jelas Rina menerangkan modus calo.

"Kayaknya nggak mungkin, seminggu ini saya melek mata di depan laptop cari pembatalan nggak pernah ada. KAI gimana ini penjelasannya, ada yang ngasih saran mending komplain langsung ke e-mail Pak Jonan. Kalau hanya komplain ke kepala stasiun, saya rasa percuma dan pasti dapat jawaban yang sangat amat jauh dari puas," tutup Rina.


(ndr/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads