Isu yang tersebar di kalangan pemburu tiket kereta, 50 persen lebih tiket yang dijual online pada hari-hari favorit seperti H-1 sampai H-3 sudah berada di tangan agen. Para agen itu kemudian bakal menjualnya dengan harga yang lebih mahal dari tiket resmi.
Ludesnya tiket kereta via online ini hanya dalam hitungan 10 menit ini memang mengundang banyak tanya. Soal ini, pihak KAI dalam beberapa kali kesempatan menyampaikan hits di web mereka mencapai 9 juta, hal itu yang membuat loading lama dan tiket cepat ludes.
Namun, ternyata berbagai keluhan masyarakat mulai dari dugaan-dugaan pemborongan oleh travel agent sampai eror di situs menjadi bahan evaluasi internal. Seorang pejabat PT KAI yang enggan disebutkan namanya mengakui ada evaluasi yang dilakuka.
"Justru itu kok sedemikian cepat habisnya. Semoga tidak ada yang keliru mekanismenya," ungkap pejabat itu.
Namun dikonfirmasi soal ini, pejabat PT KAI dan Dirjen Perkeratapian Kemenhub membantahnya. Mereka menegaskan, tiket ludes dalam waktu singkat karena diburu jutaan orang. Bukan karena ada 'permainan'.
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwi Atmoko, menegaskan tak ada urusan dengan agen soal penjualan tiket ini. Semua mendapat kesempatan yang sama.
"Travel agent nggak punya jatah, dia tetap pakai komputer juga. Jadi mana yang lebih cepat," tuturnya.
Kendala saat pemesanan tiket online memang ada. Namun itu terjadi karena ada masalah kegagalan pembayaran. Selain itu, tingginya peminat juga menjadi penyebab.
"H-3 mulai problem berarti 90 hari dari sekarang karena orang bersamaan klik komputer. H-2 ada 9 juta orang (yang klik komputer). H-1 ada 5 juta sampai jam 12 malam. Padahal kapasitas seat 55.400," tutur Hermanto.
Hal itu dikatakan Hermanto saat ditemui di ruangan kantornya di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014). Dia mendapatkan laporan itu dari operator yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurutnya, puncak mudik moda KA terjadi pada H-3 Lebaran.
"Orang pada mengejar H-3, jadi membeludak," imbuhnya.
Apakah ada pengawasan pada PT KAI dalam penjualan tiket KA Lebaran? "Nggak, ini kan dari sisi operator. Kita kapasitasnya hanya memantau saja untuk menaikkan kapasitas (penumpang)," jawab dia.
Sedangkan di sisi ketersediaan, Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan, tiket kereta api antar kota di Jawa dan Sumatera setiap harinya berjumlah 200.000 seat (tempat duduk) pulang-pergi. Di Jawa saja, angkutan lebaran tersedia 180.000 seat. Jika dibagi perjalanan pergi saja maka berjumlah 90.000 seat.
Dari jumlah tersebut dikurangi perjalanan jarak pendek seperti Jakarta-Bandung, Jakarta-Cirebon, atau Surabaya-Madiun, maka kursi yang tersedia sebanyak 60.000 dan khusus untuk arah barat menuju timur berjumlah 25.000.
"Yang 25.000 ini yang diperebutkan," kata Jonan.
(mad/ndr)










































