Ini Cara Mencegah Perilaku Kekerasan Muncul dari Anak-anak

Ini Cara Mencegah Perilaku Kekerasan Muncul dari Anak-anak

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2014 07:05 WIB
Jakarta - Perilaku agresif yang mengarah pada tindakan kekerasan dilakukan oleh S terhadap adik kelasnya, Renggo Kadafi (11). S memukul Renggo hingga akhirnya tewas hanya karena bersenggolan dan makanan ringannya terjatuh.

Pakar perkembangan anak dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB, Dwi Hastuti, melihat perilaku S disebabkan oleh banyak faktor. Namun ia memberikan cara untuk mencegah munculnya perilaku anak yang merusak itu.

"Yang seharusnya dilakukan oleh orangtua dan guru adalah memberikan kasih sayang dan perhatian," kata Dwi melalui surat elektronik, Selasa (6/5/2014).

Dwi menambahkan, kasih sayang dan perhatian dapat diberikan dalam bentuk alokasi waktu dan suasana komunikasi dua arah. Sehingga anak dapat menyalurkan ekspresi emosi kepada orangtua dan guru secara sehat dan baik.

"Orangtua dan guru melatih anak untuk mengekspresikan emosi, mengendalikan dan mengontrol emosi sekaligus. Hindari anak dari ekspos tayangan, tontonan, kebiasaan yang mengandung kekerasan," ujar Dwi.

Selain pendekatan secara kejiwaan tersebut, Dwi juga menyarankan pencegahan melalui kebutuhan gizi si anak. Kemudian, orangtua atau guru disarankan Dwi untuk menjauhkan anak dari suasana kerja yang dapat mengganggu rasa nyaman si anak.

"Berikan makanan yang sehat dan bergizi dari bahan alami, seperti sayur dan buah yang mengandung banyak antioksidan. Dan hindari anak dari suasana yang memicu kerja adrenalin terlalu berlebih, situasi sress, terancam dan takut, baik di rumah maupun di sekolah," imbuh Dwi.

Anak-anak, menurut Dwi, mudah menyerap apa yang mereka rasakan dan mereka lihat. Jika ada tindakan kekerasan yang dilihat si anak, maka alam bawah sadarnya merekam adegan tersebut.

"Adanya kekerasan dimana-mana, di bioskop, jalanan, televisi, juga menjadi bagian dari memori bawah sadar anak. Sehingga dianggap sebagai sesuatu yang biasa di mata anak pelaku kekerasan," tutup Dwi.

(vid/vid)


Berita Terkait