"Jadi sempat ketemu Jumat (2/5) kemarin. Sudah damai," kata ibunda S bernama M (33) saat dijumpai di kediamannya sekitar Makasar, Jakarta Timur, Senin (5/5/2014).
Menurut M, pertemuan itu terjadi ketika dirinya dipanggil oleh pihak sekolah dan bertemu orangtua Renggo. Ada kepala sekolah, guru, dan ibunda Renggo.
"Di sana sudah damai, kekeluargaan saja," ujar M.
Saat dipertemukan itu, M mengaku Renggo masih hidup. Namun beberapa hari setelahnya, M mendapat kabar Renggo meninggal akibat benturan benda tumpul di tubuhnya.
"Lalu Minggu (4/5) saya dapat kabar kalau Renggo nggak ada (meninggal). Anak saya langsung nangis, pucat," ujar M.
Seperti yang diketahui, Renggo tewas setelah dipukuli oleh kakak kelasnya, S, yang kesal karena saat istirahat sekolah S dan Renggo bersenggolan. S kesal karena makanan ringannya terjatuh akibat senggolan tersebut.
Kemudian penganiayaan berlanjut keesokan harinya, Renggo dipukuli dan mulutnya disumpal gagang sapu hingga mengeluarkan darah. Renggo sempat dilarikan ke RS Polri, tapi nyawanya tak tertolong.
(vid/dnu)










































