"Postur korban besar lebih besar dari postur S, dan apakah calon tersangka ini melakukan sendiri atau tidak, kita masih melakukan pendalaman," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Mulyadi Kaharni di kantornya, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (05/05/2014).
Mulyadi menambahkan pelaku S mengaku menganiaya korban sendirian. Berdasarkan keterangan teman korban, penganiayaan ini terjadi lantaran pelaku kesal karena korban tak sengaja menyenggol minuman S hingga tumpah.
"Terlapor mengaku memukul pipi, menempeleng, menendang pantat dan perut dengan tangan kosong dan sendiri," ucap Mulyadi.
Menurut Mulyadi, saat ini pihak kepolisian sudah memeriksa delapan orang saksi yang mengaku melihat kejadian. Pihak kepolisian masih akan melakukan penyidikan lebih lanjut dan meminta pihak sekolah untuk membantu penyelidikan kasus ini.
Renggo tewas pada Minggu (4/5) diduga akibat dipukuli oleh kakak kelasnya S yang kesal karena saat istirahat sekolah, Renggo berjalan tergesa-gesa dan tak sengaja menyenggol makanan ringan yang dibawa kakak kelasnya hingga terjatuh. Walau sudah meminta maaf dan mengganti makanannya, amarah kakak kelas tak surut.
Esok harinya, penganiayaan kembalib terjadi. Renggo dipukuli dan mulutnya disumpal gagang sapu hingga mengeluarkan darah. Sempat dibawa ke RS Polri, tapi bocah malang itu tak tertolong.
(slm/nwk)











































