Kepala Dishubkominfo Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan idealnya satu jembatan timbang membutuhkan 35 petugas, sedangkan di Jateng ada 281 petugas jembatan timbang. Belum lagi jika nantinya hasil evaluasi pasca Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak di jembatan timbang Subah Kabupaten Batang ternyata mengurangi jumlah petugas.
"Satu jembatan timbang butuh 35 orang. Kalau yang layak nantinya hanya 200 orang, ya enam yang kita buka. Itu supaya kinerja benar-benar kuat," kata Urip usai diskusi terkait jembatan timbang di salah satu hotel di Semarang, Senin (5/5/2014).
Ia menambahkan, pihaknya sedang mengembangkan sistem yang bisa menjamin timbangannya sesuai dengan jenis kendaraan dan muatan. Selain itu juga sedang diusahakan sistem yang bisa mengurangi kontak antara petugas dan pengendara truk.
"Mengurangi kontak petugas dengan para pengemudi supaya tidak ada komunikasi, semoga bisa dilakukan dengan cepat," tegasnya.
Sementara itu pakar transportasi dan angkutan jalan raya, Djoko Setijowarno mengatakan ketegasan penegakkan perda di jembatan timbang harus didukung fasilitas lain yaitu luas lahan, menyiapkan gedung untuk sidang di tempat serta hakim yang menyidang sopir yang muatannya melebihi 25 persen.
"Kalau bisa perusahaan yang melanggar juga disebutkan terus dirangking," tegasnya.
Terpisah, Gubernur jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pasca ia sidak di jembatan timbang Subah Kabupaten Batang, seluruh jembatan timbang di Jawa Tengah mengikuti perda yang ada. Namun ternyata kinerja jembatan timbang justru tidak maksimal karena waktu yang dibutuhkan untuk melayani satu sopir truk.
"Setelah dicoba (mengikuti perda), kinerjanya tidak yahud, satu truk butuh 5 menit sampai 6 menit. Kalau antrean sudah 100 meter polisi nyemprit, maka mereka free, lewat," kata Ganjar usai peresmian Waduk Jatibarang Semarang.
(alg/try)











































