Cegah Kenakalan Anak, Ahok Akan Bangun Banyak Taman Bermain

Cegah Kenakalan Anak, Ahok Akan Bangun Banyak Taman Bermain

- detikNews
Senin, 05 Mei 2014 18:37 WIB
Cegah Kenakalan Anak, Ahok Akan Bangun Banyak Taman Bermain
Jakarta - Demi mengantisipasi perilaku anak yang semakin memburuk, Wagub DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama bertekad menjadikan DKI sebagai kota ramah anak. Ahok mengatakan maraknya tayangan televisi dan film yang tidak mendidik membuat anak-anak tidak berkembang secara wajar.

Salah satu solusi yang ingin diterapkan Ahok yakni memperbanyak fasilitas umum berupa taman tempat sosialisasi anak-anak. "Nanti yang disediakan adalah ruang main anak-anak," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014).

Ahok pun mengungkapkan pihaknya sedang mencari areal yang bisa disulap jadi taman dan ruang terbuka hijau. Dia juga membujuk warga DKI untuk menjual tanahnya kepada pemerintah provinsi. Dia juga tak sungkan menjanjikan untuk menamai taman-taman tersebut sesuai nama pemilik lahan.

"Kita segera ke kampung-kampung yang kumuh yang mempunyai tanah agak besar, mau 50 meter ataupun 100 meter, untuk dijual kepada pemprov. Misalnya dia mau dikasih nama tamannya Pak Budi, enggak apa-apa. Kita beli tanah itu untuk ruang main anak-anak, ini sangat penting," kata Ahok.

Salah satu titik yang akan diubah jadi taman bermain yakni tanah bekas rumah Gubernur DKI, Henk Ngantung. "Ini kita mau cari tanahnya. Contohnya tanah bekas rumahnya Gubernur Henk Ngantung, keluarganya mau jual, nanti kita bongkar dan dijadiin taman. Nanti sebanyak mungkin (lahan dibeli), kalau ada duitnya," ujarnya.

Sebelumnya, Ahok bilang perilaku anak-anak belakangan sudah semakin mengerikan. Dia menduga hal itu adalah imbas dari film dan acara-acara televisi yang tidak mendidik yang marak berkembang di tanah air.

"Jadi, anak-anak kita ini mengerikan, kita prihatin sekali. Enggak tahu karena kebanyakan nonton film apa gimana, sampai loncat segala. Bahkan ada yang ancam mau bunuh diri segala. Hal seperti ini kan tidak bisa dihindari," katanya menanggapi kasus penganiayaan yang menewaskan anak usia kelas V SD di Jakarta Timur.

(ros/ndr)


Berita Terkait