Kepala Dinas Kesehatan Sumut Raden Roro Suryanti Hartati menyatakan, pihaknya terus bekerja sama lembaga penyelenggara haji dan umrah, dan memberikan penjelasan tentang penyebaran virus itu. Sejauh ini, tidak ada laporan tentang pasien yang positif terkena MERS di Sumut.
"Kemarin memang ada pasien yang menderita influenza sepulang umrah, dan meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit. Sejauh ini kita menduganya karena menderita influenza berat, karena keluarga tidak mengizinkan dilakukan pengambilan sampel," kata Roro kepada wartawan di Medan, Senin (5/5/2014).
Pengambilan sampel swap atau (usapan) tenggorokan perlu dilakukan untuk pemeriksaan yang lebih mendetail di laboratorium. Hasil laboratorium dan pemeriksaan lainnya yang menentukan seseorang terkena MERS atau tidak.
Disebutkan Roro, secara umum sulit untuk menduga seorang pasien mengidap MERS, maupun Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan flu burung. Pasalnya tanda-tandanya yang secara umum sama. Yakni pasien menderita influenza berat dan susah bernafas. Sebab itu hasil pemeriksaan menyeluruh yang akan menentukan.
"Tetapi kita tetap waspada, dan melaporkan perkembangan terbaru ke Kementerian Kesehatan," kata Roro.
Selain itu, kata Roro, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap rombongan yang ikut umrah bersama pasien yang akhirnya meninggal dunia tersebut, apakah menderita kondisi yang sama atau tidak. Proses pemeriksaan masih berlangsung dan hasilnya belum dipastikan.
(rul/try)











































