Gerindra Yakin Koalisi Dengan Golkar Akan Menguntungkan

Gerindra Yakin Koalisi Dengan Golkar Akan Menguntungkan

- detikNews
Senin, 05 Mei 2014 17:45 WIB
Gerindra Yakin Koalisi Dengan Golkar Akan Menguntungkan
Prabowo menyambut Ical. (Foto - Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra yakin kalau terjadi koalisi dengan Golkar bakal memberi keuntungan dan saling melengkapi bagi kedua parpol untuk menghadapi Pemilu Presiden, 9 Juli mendatang.

Ketua DPP Partai Gerindra Pius Lustrilanang mengatakan upaya koalisi merupakan keharusan untuk menembus batas syarat Presidential Threshold yaitu minimal 112 kursi.

"Ya koalisi itu kan keharusan syarat parlemen treshold itu kan kursi DPR. Gerindra dan Golkar sama enggak punya. Ini saling melengekapi," kata Pius kepada detikcom, Senin (5/5/2014).

Menurut dia, Golkar dan Gerindra memiliki persamaan visi dan misi sebagai partai nasionalis. Kedua partai dianggap memiliki kesamaan dalam penyelesaian untuk beberapa persoalan bangsa di bidang ekonomi, sosial, budaya lainnya. Dengan pengalaman sebagai partai pemerintahan, Golkar dinilai memiliki kematangan dalam menentukan solusi atau sikap suatu persoalan.

"Sama-sama memberikan keuntungan. Namanya koalisi ya harus menguntungkan dong. Saya optimis Gerindra dan Golkar bakal koalisi," kata Anggota Komisi IX DPR itu.

Mantan aktivis itu menambahkan sejauh ini Gerindra juga terus membuka pintu untuk berkoalisi dengan partai Islam seperti PAN serta PKS. Kedua partai ini terus digenjot komunikasinya untuk peluang koalisi. Meski belum ada yang pasti, dia yakin Gerindra memiliki gerbong koalisi kuat untuk persiapan Pilpres.

"Peluang Gerindra jadi leader di koalisi nanti bisa. Semua masih jalan terus. Gerindra kan berkoalisi dengan beberapa partai," sebut politikus berusia 45 tahun itu.

Disinggung ketakutan kalau koalisi 'gemuk' di pemerintahan nanti bakal tidak efektif, dia menepisnya. Pius yakin kalau selama koalisi parpol memiliki persamaan visi dan misi, maka akan terus kompak dalam menyelesaikan persoalan dan menjalankan kebijakan pemerintahan.

Menurutnya, koalisi Setgab di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang terlalu gemuk bisa dijadikan contoh. Meski kadang tidak kompak dalam beberapa keputusan seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, tapi yang perlu dilihat adalah kebersamaan selama sepuluh tahun menjalankan roda pemerintahan.

"Yang dilihat itu durasi sepuluh tahun yang sudah dilalui. Demokrat bisa mempimpin koalisi di pemerintahan. Saya rasa enggak masalah, asalkan punya dinamika yang sama untuk penyelesaian persoalan bangsa," ujarnya.

Seperti diberitakan, komunikasi antara Golkar dan Gerindra terus terjalin. Hari ini capres Gerindra Prabowo Subianto dan capres Golkar Aburizal Bakrie kembali bertemu di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor. Sebelumnya, Prabowo pekan lalu bertandang ke rumah Ical di Menteng, Jakarta Pusat.



(hat/erd)


Berita Terkait