Kemenhub Soal Sertifikasi KRL: KA Bekas Lama, KA Baru Lebih Cepat

Kemenhub Soal Sertifikasi KRL: KA Bekas Lama, KA Baru Lebih Cepat

- detikNews
Senin, 05 Mei 2014 16:34 WIB
Kemenhub Soal Sertifikasi KRL: KA Bekas Lama, KA Baru Lebih Cepat
(Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - 180 Unit gerbong KRL bekas yang diimpor dari Jepang baru sebagian kecil yang sudah dioperasikan. KRL bekas dari Jepang itu sudah datang bertahap sejak November 2013. Mengapa sertifikasi itu butuh waktu lama?

"Saya nggak bisa menetapkan waktunya karena kereta bekas. Tergantung kondisi, kalau kereta baru tentu bisa lebih cepat," tutur Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwi Atmoko saat ditemui di ruangan kantornya di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014).

Diakuinya, gerbong KRL bekas yang diimpor itu belum semuanya siap karena masih dalam proses. Yang membuat lama, kondisi KRL bekas yang diimpor itu perlu disesuaikan spesifikasinya dengan kondisi spesifikasi di Indonesia.

"Yang namanya kereta bekas perlu kita sesuaikan dengan kondisi spek Indonesia. Peralatan safety lainnya. Setelah siap, dari KCJ mengajukan untuk diuji. Setelah dikatakan layak, baru bisa diminta sertifikatnya," imbuh Hermanto.

Untuk KRL baru, Hermanto mencontohkan KRL buatan PT Inka yang sudah dioperasikan di lintas Jakarta-Tangerang dan Jakarta-Bogor. Sertifikasi KRL baru itu lebih cepat.

"Ada 40 unit, kalau 1 satu set ada 8 berarti 5 rangkaian. Sertifikasinya pun cepat karena barang baru. Tapi PT KAI beli baru kan mahal tapi untuk memenuhi kebutuhan sementara beli yang bekas juga nggak apa-apa," tutur dia.

Sebelumnya Humas PT KAI, Agus Komarudin menjelaskan, dari 180 unit KRL yang datang, baru 8 unit yang sudah dijalankan. Sementara sisanya masih dalam tahap sertifikasi. Agus mengatakan paling cepat proses sertifikasi bisa dilakukan selama 2 minggu hingga 3 bulan. Proses ini menjadi lama karena melewati sejumlah tahapan ujicoba seperti proses kelayakan.

"Ya untuk itu secepatnya dua minggu, tapi kan proses sertifikasi itu ada banyak dan melalui beberapa tahap," kata Agus di Stasiun Bekasi, Kamis (17/4/2014).

Seluruh unit KRL bekas ini memang diprioritaskan untuk perjalanan di Bogor. Sebab, frekuensi perjalanan di Bogor sangat tinggi.

(nwk/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads