Panglima: Soal Travel Warning Australia, Tugas Polri
Kamis, 16 Des 2004 21:37 WIB
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menyatakan, tindak lanjut soal Travel Warning dari pemerintah Australia akan adanya aksi teror baru kepada warganya di Indonesia, merupakan tugas dan wewenang Kepolisian RI. Begitu juga pengamanan pada peringatan Hari Natal dan Tahun Baru."Travel warning itu ada pada polisi, karena mereka (Australia, red) mendengar ada informasi akan ada serangan teroris pada warga Australia di hotel-hotel yang berafiliasi dengan negara-negara barat. Saya katakan lagi itu bukan tanggung jawab TNI, tapi polisi," jelas Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto usai pertemuan dengan Menhan Australia Robert Hill di Hotel Four Seasons (Regent), Jakarta, Kamis (16/12/2004). Hal itu dikatakan Panglima TNI ketika ditanya apakah pertemuan dengan Robert Hill membicarakan persoalan travel warning yang dikeluarkan pemerintah Australia kepada warganya di Indonesia. Namun begitu, menurut Panglima TNI, bagaiaman ke depan nanti bisa adanya kerjasama terhadap hal-hal yang berkaitan dengan masalah pertahanan."Apa yang bisa kita lakukan dengan berlatih bersama, tukar menukar perwira dan sebagainnya. Supaya hubungan yang memburuk setelah kejadian Timor Timur itu, bisa kita perbaiki untuk kepentingan keduabelah pihak, itu saja. Tidak ada permintaan khusus soal travel warning, karena itu bukan tanggung jawab TNI," jelas Panglima TNI. Upaya peningkatan pengamanan menjelang dan saat perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, lanjut Panglima TNI, juga merupakan tugas Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar. Tugas TNI menurutnya, berupaya agar dalam pelaksanaan perayaan keagaman tidak terjadi hal-hal yang diinginkan dan tidak terjadi saling permusuhan diantara umat beragama.Sebab menurut Tarto, setiap agama manpun tidak mengajarkan untuk memusuhi agama lain. Begitu juga, pada hari-hari suci keagamaan, harus saling menghormati diantara agama yang ada di Indonesia. "Harapan saya, mereka yang punya niat untuk menggangu kegiatan Natal dan Tahun Baru. Mereka berpikir, kalau mereka betul itu katanya demi agamanya, tapi bagaimana pun agama tidak mengajarkan itu," tegasnya.
(zal/)











































