Rapat pleno dimulai lagi pukul 14.00 WIB setelah diskorsing untuk istirahat. KPU menjadwalkan pembahasan siang ini adalah KPU Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya Riau yang ditunda akibat masalah tak terselesaikan.
Nah, saat rapat baru dibuka, Ketua Bawaslu RI Muhammad menginterupsi bahwa Bawaslu Sulsel masih dalam perjalanan, sehingga ia mengusulkan agar proses rekap Sulsel baiknya ditunda.
Namun usul itu ditolak Ketua KPU Husni Kamil Manik dengan menawarkan agar pembacaan hasil rekap tetap dilakukan, namun pembahasannya ditunda sampai Bawaslu Sulsel datang.
"Kita bisa mendengarkan dulu presentasi Sulsel nanti setelah Bawaslu Sulsel ada, kita akan diskusi bahas tentang perolehan suara Sulsel," ucap Husni dalam rapat pleno di kantor KPU Jl Imam Bonjol, Jakpus, Senin (5/5/2014).
Usul dari KPU itu juga tak langsung diamini perwakilan parpol. Saksi Parti NasDem Ferry Mursyidan Baldan, mengusulkan agar rekap tetap ditunda dan rekap melompat ke KPU provinsi berikutnya. Sementara saksi Golkar Hakim, menanyakan posisi Bawaslu Sulsel.
"Soal transportasi tidak bisa dipastikan, jadi ini yang terjadi. Sudah diberitahu semalam tapi tidak terkejar. Saya kira perlu kita memahaminya," ucap Husni menjawab NasDem. Sambil menyatakan provinsi berikutnya juga belum hadir.
"Kami mendapat informasi take off jam 2 waktu Makassar," timpal ketua Bawaslu Muhammad menjawab Golkar.
Meski hanya sekedar membahas akan dimulai atau tidak, memakan waktu cukup lama. Hingga akhirnya baru pada pukul 14.45 WIB rekap dimulai atau telat 45 menit. Hadir 3 perwakilan KPU Sulsel di rapat, sementara Bawaslu Sulsel masih di jalan dan hadir menyusul.
"Kita lanjutkan pembacaan (dapil) Sulawesi Selatan I sampai III dan kita lanjutkan mendengarkan rekap suara DPD," ucap Husni memulai rapat. Tok! Rapat dimulai.
Setelah Sulawesi Selatan, KPU menjadwalkan provinsi lain yang akan dibahas hari ini dalah Papua Barat, DKI Jakarta (termasuk luar negeri) dan Jawa Timur.
(iqb/rmd)











































