"Saya sendiri masih tabu menyebut ada pendidikan seks di sekolah," kata M Nuh usai meninjau proses UN di SMP 285 di Pulau Untung Jawa, Kep. Seribu, Jakarta, Senin (5/5/2014).
Ia megatakan pendidikan seks sejak dini sebenarnya sudah ada di bangku sekolah. Hanya saja berbeda nama.
"Saya menggunakan istilah ada pendekatan reproduksi. Itu semua sudah dipikirkan," lanjutnya.
Menurutnya, pendidikan seks dini memang penting di era modern saat ini. Namun, pembentukan akhlak di rumah dan budi pekerti di sekolah juga sama pentingnya.
"Esensialnya pada pembentukan sikap. Oleh karena itu setiap mata pelajaran, di konsep kurikulum 13 harus mempunyai kontribusi di 3 ranah yaitu keterampilan, sikap, dan pengetahuan," imbuhnya.
(bil/ndr)











































