"Rel ganda pada Lebaran sudah bisa beroperasi. Grafik perjalanan kereta api baru per 1 Juni sudah mengcover rel ganda. Argo Bromo jadi 9 jam dari yang tadinya 9,5 jam," tutur Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwi Atmoko saat ditemui di ruangan kantornya di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014).
Hermanto lantas memberikan tabel percepatan waktu tempuh kereta dengan beroperasinya rel ganda pada 1 Juni 2014 nanti berdasarkan hasil uji coba lintas rel ganda. KA Argo Bromo Anggrek rute Jakarta-Surabaya bisa hemat waktu 25-33 menit sedangkan untuk rute baliknya bisa irit 28-33 menit. Untuk KA Sembrani rute Jakarta-Surabaya bisa memangkas waktu 1 jam dan rute sebaliknya hemat waktu 1 jam 13 menit.
Untuk KA Gumarang rute Jakarta-Surabaya, waktu tempuh bisa dipercepat 1 jam 20 menit dan rute baliknya mencapai 1 jam 46 menit. Sedangkan untuk KA Kertajaya rute Jakarta-Surabaya bisa menghemat waktu hingga 1 jam 26 menit dan rute baliknya bisa irit hingga 2 jam 40 menit.
Sementara untuk kereta barang atau cargo, waktu tempuhnya bisa dipercepat 41 menit hingga 2 jam 39 menit.
"Jadi nanti bersaing sama truk di Pantura. Klaim KA nggak door to door (angkutan barang), nggak dari pabrik ke gudang, nanti ada angling (angkutan lingkungan) lagi. Tapi secara total lebih untung dan murah apalagi soal waktu," jelas dia.
Negara, juga lebih diuntungkan karena rel KA ganda ini mengurangi beban jalan di jalur Pantura. "Jadi banyak untungnya walaupun nggak langsung dinikmati pengusaha. Nggak ada kerusakan, kemacetan dan emisi gas berlebih," tutur Hermanto.
(nwk/try)










































