Pada Sabtu 19 April lalu, Prabowo Subianto yang menjadi capres dari Partai Gerindra menemui KH Maimun Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah. Kemarin giliran Jokowi yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menemui kiai yang akrab disapa Mbah Mun itu.
Sebelumnya Jokowi juga tercatat mengunjungi sejumlah kiai kharismatik. Seperti pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah; pengasuh pondok pesantren Gelar yang dipimpin KH Muhammad Faisal di Cianjur.
Prabowo juga tercatat menemui sejumlah kiai. Antara lain ke Ponpes Sidogiri pimpinan KH A Nawawi Abdul Djalil, di Pasuruan, Jawa Timur. Mengapa para capres berebut restu para kiai?
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyebut ada 4 alasan para politisi itu sowan ke kiai. Pertama, karena kepercayaan. Politisi percaya bahwa seorang kiai memiliki karomah sehingga do'anya akan lebih cepat sampai. "Kepercayaan untuk meminta berkah," kata Qodari saat berbicang dengan detikcom, Senin (5/5/2014).
Alasan kedua, politisi ingin mendapatkan dukungan suara dari pemilih yang mengidolakan kiai tersebut."Itu sebabnya ada kiai yang terkenal banyak pendukungnya, kiai yang kharismatik," papar Qodari.
Kunjungan politisi dan capres ke para kiai juga dimaksudkan untuk mendapatkan simpati dari partai yang berafiliasi dengan kiai tersebut. Biasanya ini dilakukan dalam rangka mematangkan koalisi.
Terakhir tujuan kiai mengunjungi kiai adalah untuk memunculkan image bahwa si politisi dekat dengan kelompok Islam atau hijau. "Minimal untuk menimbulkan kesan tidak anti dengan kelompok Islam," papar Qodari.
(erd/van)











































